Mengenal Metode Qiro'ati, Cara Meningkatkan Kualitas Bacaan Al- Qur'an Bagi Para Santri Sirnarasa

Mengenal Metode Qiro'ati, Cara Meningkatkan Kualitas Bacaan Al- Qur'an Bagi Para Santri Sirnarasa

Belajar Al-Qur'an dengan Metode Qiro'ati, Foto by Ahmad Sobarudin--

RADARTASIKTV.ID - Pesantren Sirnarasa yang berlokasi di Dusun Ciceri, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an bagi santrinya.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memfokuskan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Qiro'ati, yang diterapkan secara rutin dalam kegiatan pendidikan pesantren.

Program pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Qiro'ati di Pesantren Sirnarasa sejatinya bukan hal baru. Metode ini telah dikenal dan digunakan sejak lama, namun kembali mengalami perkembangan yang lebih terstruktur sejak sekitar tahun 2021.

BACA JUGA:Sekali Terpancing Adu Domba, Persahabatan Bisa Hancur! Ini 5 Cara Menyikapinya dengan Bijak

BACA JUGA:Tips Mengolah Manisan Pala Khas Cianjur Agar Legit dan Tahan Lama

Pada masa awal pengembangan kembali tersebut, penerapan metode Qiro'ati difokuskan pada pengkaderan santri yang mengikuti tashih, yakni tahapan penting yang menjadi syarat bagi santri yang dipersiapkan untuk menjadi guru Al-Qur’an dengan metode Qiroati.

Seiring berjalannya waktu dan melihat kebutuhan santri yang semakin beragam, pihak pesantren kemudian memperluas sasaran program.

Pada tahun 2022, pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Qiro'ati mulai diterapkan secara lebih luas dan menyasar kepada santri baru.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian pesantren terhadap kemampuan dasar membaca Al-Qur’an santri yang tidak semuanya berada pada tingkat yang sama.

Dalam pelaksanaannya, metode Qiroati di Pesantren Sirnarasa dijalankan melalui dua pola pembelajaran, yakni secara klasikal dan individual. Pembelajaran klasikal dilakukan dalam kelompok untuk memberikan pemahaman dasar secara bersama-sama.

BACA JUGA:Zaman Semakin Modern: Inilah 3 Cara Membentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi

BACA JUGA:Warga Antusias Ikuti Tabligh Akbar Sambut Bulan Rajab, Para Jemaah Dapat Ilmu dan Kitab Suci Al-Qur'an

Sementara itu, pembelajaran individual diterapkan untuk menyesuaikan kemampuan masing-masing santri, sehingga proses belajar dapat berjalan lebih efektif dan terarah. Setiap santri mengikuti pembelajaran Qiroati berdasarkan tingkatan jilid Qiro'ati yang telah ditetapkan.

Setiap tingkatan memiliki target capaian yang berbeda, mulai dari ketepatan pengucapan huruf, penguasaan makhraj, hingga kelancaran membaca Al-Qur’an secara tartil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait