Mengenal Satu-satunya Jembatan 'Double Decker' di Indonesia:Simbol Abadi Tasik-Ciamis
Mengenal Satu-satunya Jembatan 'Double Decker' di Indonesia: Simbol Abadi Tasik-Ciamis--
RADARTASIKTV.ID-Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat di mana deru mesin kereta api di ketinggian berpadu harmonis dengan suara papan kayu yang berderit di bawah ban kendaraan?
BACA JUGA:Rahasia di Balik Kepercayaan Diri Sherly Annavita: 5 Prinsip Public Speaking yang Wajib Anda Coba
Jika Anda melintasi perbatasan antara Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, Anda akan menemukan sebuah mahakarya teknik sipil masa lalu yang masih berdiri gagah hingga hari ini: Jembatan Cirahong.
Bagi warga lokal, Cirahong bukan sekadar konstruksi baja untuk menyeberangi Sungai Citanduy. Ia adalah denyut nadi, saksi bisu sejarah, dan satu-satunya jembatan berkonsep double decker atau "dua lantai" yang tersisa dan masih berfungsi di Indonesia.
Melintasi Lorong Waktu di Atas Citanduy
BACA JUGA:Rekonstruksi Kasus Penusukan di Eks Pasar Ikan Cieunteung, Adegan Kesepuluh Jadi Momen Fatal
Memasuki area Jembatan Cirahong seperti masuk ke dalam mesin waktu. Dibangun pada tahun 1893 oleh perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial Belanda, Staatspoorwegen, jembatan ini memiliki panjang 202 meter.
Keunikannya terletak pada strukturnya yang jenius: lantai atas digunakan untuk jalur kereta api rute lintas selatan Jawa, sementara lantai bawahnya diperuntukkan bagi kendaraan kecil, sepeda motor, dan pejalan kaki.
Berada di lantai bawah jembatan ini memberikan sensasi yang tak akan Anda temukan di tempat lain. Langit-langit Anda adalah gelagar baja raksasa yang menopang rel kereta api.
Jika Anda beruntung—atau mungkin sedikit terkejut—saat melintas dan tiba-tiba kereta api meluncur tepat di atas kepala, getaran hebat dan suara gemuruh yang menggelegar akan membuat adrenalin Anda berdesir. Itulah "nyawa" dari Cirahong.
Estetika di Balik Derit Papan Kayu
Salah satu daya tarik utama Cirahong di mata para pelancong dan fotografer adalah alas jalannya yang masih menggunakan susunan papan kayu di atas kerangka baja. Di tahun 2026 ini, di tengah masifnya pembangunan beton dan aspal, sentuhan kayu di Cirahong memberikan kesan hangat dan klasik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: