Pengaruh Sarapan Terhadap Konsentrasi Belajar Anak Menurut Kemenkes
by akudankau--
RADARTASIKTV.ID- Memasuki tahun 2026, tantangan pendidikan anak Indonesia semakin kompetitif. Di tengah upaya mewujudkan Generasi Emas, terdapat satu faktor sederhana namun krusial yang sering terabaikan: sarapan pagi.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI masih menyoroti fakta memprihatinkan bahwa sekitar 65 persen anak usia sekolah di Indonesia tidak terbiasa sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Padahal, sarapan adalah "modal utama" yang menentukan sejauh mana seorang anak mampu menyerap ilmu di ruang kelas.
- Sains di Balik Sarapan dan Otak
Secara biologis, otak manusia adalah organ yang paling aktif namun memiliki keterbatasan unik. Meskipun beratnya hanya sekitar 2% dari massa tubuh, otak menghabiskan hingga 75-80% energi yang diproduksi tubuh untuk menjalankan fungsi kognitifnya.
Energi utama otak berasal dari glukosa (gula darah). Masalahnya, sel saraf otak tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan glukosa.
Setelah tidur selama 8 hingga 10 jam di malam hari, cadangan energi dalam tubuh habis digunakan untuk proses metabolisme dasar.
Tanpa sarapan, kadar glukosa dalam darah tetap rendah, menyebabkan otak kekurangan bahan bakar.
Akibatnya, neurotransmiter—zat kimia pengirim pesan di otak—tidak dapat bekerja optimal, yang secara langsung menurunkan daya konsentrasi anak.
BACA JUGA:Waspada! Ini 7 Dampak Buruk Merokok Terhadap Tubuh Versi Kemenkes Indonesia.
- Pengaruh Langsung pada Konsentrasi Belajar Anak
yang melewatkan sarapan cenderung mengalami kondisi hipoglikemia ringan. Menurut Kemenkes, dampak ini terlihat nyata dalam aktivitas belajar harian:
Penurunan Fokus: Anak menjadi mudah terdistraksi oleh rangsangan di sekitarnya karena otak kesulitan mempertahankan atensi pada materi pelajaran.
Respons yang Lambat: Kekurangan energi menyebabkan proses berpikir menjadi lebih lamban. Anak memerlukan waktu lebih lama untuk memahami instruksi guru atau menjawab pertanyaan sederhana.
Gangguan Memori: Sarapan membantu fungsi kerja memori jangka pendek. Tanpa asupan nutrisi pagi, anak akan kesulitan mengingat kembali materi yang baru saja dijelaskan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: