Sering Dilupakan! Simak Amalan Tertinggi Bulan Sya’ban Ala Ustadz Adi Hidayat
By Hajinews.co--
RADARTASIKTV.ID- Dalam sebuah tausiyah mendalam, Ustadz Adi Hidayat (UAH) membongkar rahasia mengapa banyak orang gagal meraih esensi Ramadan.
Ternyata, kunci kegagalan atau keberhasilan ibadah kita di bulan suci tersebut sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan bulan Sya’ban.
Beliau menegaskan bahwa Sya’ban bukan sekadar bulan "kalender", melainkan bulan persiapan fisik dan mental yang sangat krusial.
BACA JUGA:Bebas dari Lelahnya Berharap: 5 Jurus Jitu Melatih Ikhlas ala Manajemen Qolbu Aa Gym
Rahasia di Balik Turunnya Ayat Puasa
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan sebuah detail sejarah yang jarang dibahas: perintah puasa Ramadan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 sebenarnya diturunkan oleh Allah SWT pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah.
Mengapa tidak diturunkan pas saat Ramadan? UAH menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar umat Islam memiliki waktu untuk adaptasi.
"Turunnya perintah ini sebulan sebelumnya agar ada bimbingan Nabi untuk persiapan diri. Ada adaptasi fisik agar tubuh tidak kaget, pola metabolisme menyesuaikan, sehingga saat Ramadan tiba, kita tidak lemas atau kaget," jelas beliau.
Saat Amalan "Diangkat" dan Ditampilkan
Salah satu poin paling menggetarkan dalam ceramah ini adalah ketika UAH mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid. Rasulullah SAW paling banyak berpuasa sunnah di bulan Sya'ban karena pada bulan inilah amal hamba diangkat (diangkatil alamin).
UAH menekankan perbedaannya: jika di bulan lain amal hanya dicatat, di bulan Sya'ban amal itu langsung ditampilkan di hadapan Allah SWT. Itulah mengapa Rasulullah SAW ingin saat namanya disebut dan amalnya dipresentasikan, beliau sedang dalam keadaan berpuasa.
BACA JUGA:Wapres Gibran Serap Aspirasi Masyarakat Kota Tasikmalaya, Sambangi Pasar, Rumah Sakit Hingga Cek MBG
BACA JUGA:Budget Pelajar hingga Sultan: Ini Daftar Lengkap Harga Laptop ASUS 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: