Rahasia Bahagia Sederhana: Bersihkan Hati dengan 4 Amalan Utama ala UAS
Rahasia Bahagia Sederhana: Bersihkan Hati dengan 4 Amalan Utama ala UAS. Sumber Poto : web kunangsingkita--
RADARTASIKTV.ID- Ustadz Abdul Somad (UAS) sering menekankan bahwa hati adalah pusat dari segala perbuatan manusia. Jika hati baik, maka baik pula perilaku seseorang. Sebaliknya, jika hati kotor, maka ibadah dan akhlak pun bisa ikut rusak.
Oleh karena itu, membersihkan hati menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Berikut beberapa cara membersihkan hati menurut nasihat dan ceramah Ustadz Abdul Somad.
1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Menurut UAS, dosa adalah penyebab utama hati menjadi keras dan gelap. Solusi pertamanya adalah memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah. Taubat yang sungguh-sungguh dapat membersihkan noda dosa di hati dan mengembalikan ketenangan jiwa.
BACA JUGA:Seni Mengelola Waktu: Membangun Kedisiplinan dan Kemandirian di Semester Awal
Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak. Dosa yang menumpuk seringkali membuat hati terasa berat dan gelisah. Istighfar berfungsi sebagai "pembersih" sisa-sisa kesalahan tersebut sehingga hati kembali tenang dan ringan.
Istighfar adalah "perisai" umat. Alloh SWT berfirman bahwa Dia tidak akan mengazab suatu kaum selama mereka masih beristighfar (QS. Al-Anfal: 33). Ini adalah bentuk perlindungan ilahi dari berbagai musibah.
2. Menjaga Sholat, Terutama Sholat Tepat Waktu
Menjaga sholat, terutama tepat waktu, sering kali diibaratkan sebagai menjaga detak jantung dalam kehidupan spiritual seorang Muslim. Bukan sekadar kewajiban, ini adalah bentuk disiplin tertinggi yang menghubungkan hamba dengan Penciptanya.
Ustadz Abdul Somad sering mengingatkan bahwa shalat adalah sarana pembersih hati yang paling utama. Shalat yang dilakukan dengan khusyuk dan tepat waktu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar serta menenangkan hati yang gelisah.
Sholat adalah pembeda (identitas). Menjaganya berarti menjaga hubungan aman (security clearance) kita di akhirat. Barangsiapa yang menjaganya, maka shalat tersebut akan menjadi cahaya, bukti, dan keselamatan baginya kelak.
Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa sholat yang terjaga dapat mencegah perbuatan keji dan munkar (QS. Al-Ankabut: 45). Namun, kekuatan "pencegah" ini hanya akan maksimal jika shalat dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin waktu, bukan sekadar menggugurkan kewajiban di akhir waktu.
Sholat lima waktu ibarat mandi di sungai yang jernih sebanyak lima kali sehari. Jika kita melakukannya tepat waktu dan benar, maka tidak akan ada kotoran (dosa-dosa kecil) yang tersisa pada diri kita.
3. Memperbanyak Zikir dan Mengingat Alloh
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: