Bukan Pelit, Ini 2 Rahasia Raditya Dika Bisa Pensiun Dini di Usia 35 Tahun!

Bukan Pelit, Ini 2 Rahasia Raditya Dika Bisa Pensiun Dini di Usia 35 Tahun!

Bukan Pelit, Ini 2 Rahasia Raditya Dika Bisa Pensiun Dini di Usia 35 Tahun. Sumber Poto : web UGM--

RADARTASIKTV.ID- Dalam artikel ini, kita akan membongkar dua pilar utama yang menjadi rahasia Radit dalam membangun 'benteng' finansialnya.

Pertama, tentang filosofi belanja yang mendalam: mengapa ia hanya mengeluarkan uang untuk hal-hal yang benar-benar ia butuhkan atau yang memberinya kebahagiaan asli—bukan demi validasi orang lain.

Kedua, tentang dedikasinya pada investasi sejak usia muda sebagai mesin penghasil waktu di masa depan.

BACA JUGA:Antreannya Menular! Bongkar Rahasia Mengapa Polytron Fox-R Tetap Dicari Meski Harus Inden

BACA JUGA:Menelusuri Jejak Strategis Jalan Ibrahim Adjie: Wajah Baru Konektivitas Kabupaten Garut

1. Beli barang yg benar2 kita butuhkan/membuat kita senang

Berdasarkan prinsip keuangan yang sering dibagikan Raditya Dika (yang dikenal dengan gaya hidup minimalis dan logis), alasan di balik strategi "beli barang yang benar-benar dibutuhkan atau bikin senang" bukan sekadar soal pelit, tapi soal efisiensi kebahagiaan.

Berikut adalah alasan mendalam mengapa Radit menekankan hal tersebut:

1. Menghindari "Hedonic Treadmill"

Radit sering menekankan bahwa manusia sering terjebak dalam hedonic treadmill—kondisi di mana kita terus membeli barang baru untuk mengejar kebahagiaan, tapi rasa senangnya cepat hilang dan kita butuh barang yang lebih mahal lagi.

Alasannya: Dengan hanya membeli yang benar-benar dibutuhkan, kita memutus rantai konsumerisme yang tidak ada ujungnya. Uang yang seharusnya habis untuk barang "pamer" bisa dialokasikan ke instrumen investasi.

2. Teori "Cost per Use" (Biaya per Pemakaian)

Radit lebih suka membeli barang mahal tapi dipakai setiap hari, daripada barang murah yang hanya menumpuk di gudang.

Alasannya: Barang yang benar-benar dibutuhkan biasanya memiliki frekuensi pemakaian yang tinggi. Secara logika keuangan, nilai barang tersebut menjadi "murah" karena manfaatnya maksimal. Contoh: Membeli kasur berkualitas (mahal) karena kita memakainya 8 jam sehari untuk kesehatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: