Dihisap dari Dalam: Mengapa Berteman dengan Orang NPD adalah Ancaman bagi Kewarasan Anda Menurut Freud

Dihisap dari Dalam: Mengapa Berteman dengan Orang NPD adalah Ancaman bagi Kewarasan Anda Menurut Freud

Dihisap dari Dalam: Mengapa Berteman dengan Orang NPD adalah Ancaman bagi Kewarasan Anda Menurut legenda dokter psikolog Sigmund Freud.--

RADARTASIKTV.ID- Berbicara tentang kepribadian narsistik dalam kacamata psikologi sering kali membawa kita kembali ke dasar-dasar psikoanalisis yang diletakkan oleh Sigmund Freud.

Meskipun istilah Narcissistic Personality Disorder (NPD) seperti yang kita kenal sekarang baru masuk dalam manual diagnostik modern (DSM) jauh setelah Freud wafat, fondasi pemikirannya tentang "Narsisme" adalah kunci untuk memahami mengapa berteman dengan individu seperti ini bisa sangat berbahaya bagi kesehatan mental.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai bahaya berteman dengan orang NPD ditinjau dari perspektif psikoanalisis Freud.

BACA JUGA:Sering Dengar Istilah NPD? Ini Penjelasan Sederhana dan Alasan Hubungan Dengannya Sering Melelahkan

BACA JUGA:Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah sebagai Kunci Pembangunan Berkeadilan

Memahami Narsisme dalam Kacamata Freud

Freud dalam esainya yang terkenal, On Narcissism (1914), menjelaskan bahwa narsisme adalah tahap perkembangan di mana energi libido seseorang hanya terarah pada dirinya sendiri.

Bagi seorang NPD, mereka mengalami apa yang disebut Freud sebagai Narsisme Sekunder. Artinya, mereka menarik seluruh cinta dan energi dari dunia luar (orang lain) dan memindahkannya kembali ke dalam ego mereka sendiri.

Dalam sebuah pertemanan, ini berarti Anda tidak dianggap sebagai manusia yang utuh dengan perasaan, melainkan hanya sebagai objek untuk memuaskan ego mereka.

Bahaya Berteman dengan Orang NPD: Dampak Psikologis

1. Erosi Ego: Perlahan-lahan Menghancurkan Harga Diri Anda

Freud percaya bahwa hubungan yang sehat melibatkan pertukaran energi libido (cinta). Namun, berteman dengan orang NPD adalah hubungan satu arah. Orang NPD akan memosisikan diri mereka sebagai pusat gravitasi.

Dalam proses ini, mereka sering melakukan proyeksi. Jika mereka merasa tidak aman, mereka akan menuduh Anda yang tidak kompeten. Lama-kelamaan, suara kritis mereka akan terinternalisasi dalam pikiran Anda, merusak ego dan kepercayaan diri Anda hingga Anda merasa tidak berdaya tanpa mereka.

BACA JUGA:Disidak Menteri LH, Ciamis Berpotensi Raih Adipura, Jadi Lokomotif Penyelesaian Masalah Sampah di Indonesia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: