Awas, Nyawa Taruhannya! Tidur Setelah Subuh Picu Risiko Serangan Jantung dan Lemak Darah
Awas, Nyawa Taruhannya! Tidur Setelah Subuh Picu Risiko Serangan Jantung dan Lemak Darah--
RADARTASIKTV.ID-Pernahkah Anda merasa justru semakin lemas, pening, dan linglung setelah terbangun dari tidur pagi sekitar jam 7 atau 8? Padahal, Anda baru saja tidur lagi sebentar setelah menunaikan ibadah Subuh.
Jika iya, Anda tidak sendirian. Namun, Anda harus waspada, karena kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata menyimpan bom waktu bagi kesehatan tubuh kita.
Ada alasan kuat mengapa para orang tua zaman dulu sering melarang kita tidur lagi setelah matahari terbit.
BACA JUGA:Healing Alam Murah di Kuningan, Situ Wulukut Suguhkan Pemandangan Danau yang Menenangkan
BACA JUGA:Menikmati Pesona Tanjung Duriat, Destinasi Wisata Alam Ikonik dengan Panorama Bendungan Jatigede
Bukan sekadar mitos "rezeki dipatok ayam", ternyata penjelasan medis modern di tahun 2026 ini semakin mempertegas bahwa tidur setelah Subuh adalah musuh tersembunyi bagi jantung dan pembuluh darah kita.
Mengapa Tidur Pagi Begitu Berbahaya?
Secara alami, tubuh manusia memiliki jam biologis yang disebut Ritme Sirkadian. Saat fajar menyingsing, tubuh kita seharusnya mulai memproduksi hormon kortisol yang berfungsi sebagai bahan bakar energi untuk beraktivitas.
Ketika kita memaksa tubuh untuk kembali tidur, terjadi "perang" hormonal di dalam sistem saraf kita.
Hormon yang seharusnya memicu energi justru ditekan, dan metabolisme tubuh melambat secara drastis di saat jantung sedang bersiap untuk bekerja lebih kencang. Ketidaksinkronan inilah yang memicu stres oksidatif pada dinding pembuluh darah.
Serangan Jantung dan Lemak Darah: Hubungan yang Nyata
Judul di atas bukan sekadar gertakan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka yang sering tidur di pagi hari memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Berikut adalah beberapa faktanya:
Penyumbatan Lemak Darah (Trigliserida): Saat kita tidur lagi setelah Subuh, proses pembakaran lemak dalam tubuh terhenti sementara. Padahal, pagi hari adalah waktu puncak metabolisme lemak.
Akibatnya, lemak tidak terbakar menjadi energi, melainkan mengendap di pembuluh darah. Jika dibiarkan, ini akan menyebabkan kolesterol jahat (LDL) melonjak tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: