GERD Itu Serius! dr. Theo Audi Yanto Jelaskan Pemicu dan Cara Menanganinya

GERD Itu Serius! dr. Theo Audi Yanto Jelaskan Pemicu dan Cara Menanganinya

Penjelasan GERD menurut dr. Theo Audi Yanto, SpPD, FINASIM, AIFO-K --Youtube

RADARTASIKTV.ID - Pernah nggak sih kamu ngerasa perut panas banget, mulut asam, atau kayak ada makanan yang naik lagi ke kerongkongan?

Kalau sering ngalamin ini, jangan cuma dianggap asam lambung biasa.

Bisa jadi, kamu sedang menghadapi GERD, versi parah dari masalah lambung yang sering banget bikin kualitas hidup terganggu, apalagi buat anak muda yang pola makan dan gaya hidupnya nggak teratur.

BACA JUGA: Jangan salah, Maag dan GERD Bukan Penyakit yang Sama! Dr. Zaidul Akbar Berbagi Resep Untuk Mengobatinya

BACA JUGA:Waspada Virus Nipah! Dokter Ingatkan Ancaman Penyakit Mematikan dari Hewan

Di artikel ini, kita bakal ngobrol santai soal asam lambung, maag, dan GERD. Biar kamu nggak cuma ngerti gejalanya, tapi juga tahu cara mencegah dan mengatasinya.

Asam Lambung, Maag, dan GERD: Siapa Yang Sering Bikin Ribet?

Sering orang salah kaprah antara asam lambung, maag, dan GERD. Ini bedanya:

  • Asam lambung: Normal, tapi bikin masalah kalau naik ke kerongkongan
  • Maag (Gastritis): Peradangan lambung akibat pola makan nggak teratur atau stres
  • GERD: Level serius, asam lambung naik ke kerongkongan, bisa sampai bikin perlukaan dinding esofagus

Simak, Nih Kenapa Kamu Bisa GERD 

Menurut dr. Theo Audi Yanto, SpPD, FINASIM, AIFO-K, GERD terjadi karena kebocoran “klep” di kerongkongan bagian bawah. Bayangin, kerongkongan itu punya otot di ujung bawah yang berfungsi menahan isi lambung supaya nggak naik ke atas.

Kalau otot ini lemah, asam lambung dan isi lambung bisa kembali ke kerongkongan, yang disebut refluks lambung.

Nah, asam lambung yang naik ini bisa mengiritasi dinding esofagus, bikin sensasi terbakar dari ulu hati sampai ke leher, mulut terasa asam, bahkan kadang makanan ikut naik lagi.

Kalau dibiarkan terus-menerus, dinding esofagus bisa luka, yang kalau parah bisa berdampak lebih serius di kemudian hari.

BACA JUGA:Jangan Terlambat! Dampak Buruk Radiasi dan Konten Digital bagi Otak Anak

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: