Perjalanan Byon Combat: Dari Konten YouTube Menjadi Gelaran Olahraga Profesional Terbesar

Perjalanan Byon Combat: Dari Konten YouTube Menjadi Gelaran Olahraga Profesional Terbesar

By Coding Studio--

RADARTASIKTV.ID - Beberapa tahun lalu, industri tinju dan bela diri di Indonesia sempat mengalami masa hibernasi. Kompetisi resmi jarang tersorot media utama, dan antusiasme penonton muda cenderung rendah.

Namun, peta kekuatan tersebut berubah total ketika sebuah gerakan yang lahir dari rahim media sosial muncul ke permukaan. Gerakan itu bernama Byon Combat.

Dari sekadar konten digital, Byon Combat bertransformasi menjadi promotor olahraga profesional yang kini memegang standar baru dalam industri sportainment tanah air.

BACA JUGA:Tak Hanya Asri, Ciamis Diakui sebagai Salah Satu Kota Terbersih di ASEAN

BACA JUGA:Cari Kerja Makin Susah? 3 Bootcamp Ini Bisa Jadi Jurus Ampuh Upgrade Skill Kamu

Akar yang Tertanam di Media Sosial

Perjalanan Byon Combat tidak bisa dilepaskan dari sosok Yoshua Marcellos, yang lebih dikenal dengan nama Celloszxz.

Sebagai seorang kreator konten dengan jutaan pengikut, Cellos melihat adanya celah antara tingginya minat masyarakat terhadap drama di media sosial dengan potensi besar olahraga bela diri.

Awalnya, konsep ini dimulai dari tantangan-tantangan kecil dan konten bertema bela diri di kanal YouTube-nya.

BACA JUGA:Lembur Konang: Rumah Makan Sunda & Seafood di Tasikmalaya yang Harus Masuk Daftar Kamu!

BACA JUGA:Wajib Coba! Warung Balakecrakan, Warung Sunda Legendaris di Tasikmalaya

Namun, alih-alih hanya menjadikannya gimik sesaat, Byon Combat dikonsep dengan serius.

Mereka menyadari bahwa untuk menarik perhatian generasi Z dan Milenial, olahraga harus dibungkus dengan narasi yang kuat, produksi visual yang sinematik, dan aksesibilitas digital yang mudah.

Mendobrak Tradisi dengan "Sportainment"

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: