Autonomous Driving: Siapkah Indonesia dengan Mobil Tanpa Sopir

Autonomous Driving: Siapkah Indonesia dengan Mobil Tanpa Sopir

Autonomous Driving: Siapkah Indonesia dengan Mobil Tanpa Sopir--

RADARTASIKTV.ID-Perkembangan teknologi otomotif dunia melaju sangat cepat. Salah satu inovasi yang paling menyita perhatian adalah autonomous driving atau teknologi mobil tanpa sopir.

Di berbagai negara maju, kendaraan dengan sistem mengemudi otomatis mulai diuji coba bahkan digunakan secara terbatas di jalan raya. Pertanyaannya, apakah Indonesia sudah siap menyambut era mobil tanpa sopir?

Mengenal Teknologi Autonomous Driving

Autonomous driving merupakan teknologi yang memungkinkan kendaraan berjalan dan mengambil keputusan sendiri tanpa campur tangan manusia.\

BACA JUGA:Anti Boncos! 5 Motor Paling Irit BBM untuk Komuter Harian di Tahun 2026

BACA JUGA:Curug Pariuk Tasikmalaya: Hidden Gem Air Terjun Jernih yang Wajib Dikunjungi!

Sistem ini bekerja dengan mengandalkan berbagai sensor seperti kamera, radar, lidar, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Semua data dari sensor tersebut diproses untuk mengenali rambu lalu lintas, kendaraan lain, pejalan kaki, hingga kondisi jalan.

Secara umum, teknologi autonomous driving dibagi menjadi beberapa level, mulai dari Level 0 (tanpa bantuan otomatis) hingga Level 5 (kendaraan sepenuhnya berjalan tanpa sopir).

Saat ini, sebagian besar mobil yang beredar di pasaran masih berada di Level 2 atau Level 3, di mana pengemudi tetap harus siaga mengendalikan kendaraan.

Perkembangan Mobil Tanpa Sopir di Dunia

Di negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China, pengembangan mobil tanpa sopir sudah memasuki tahap uji coba publik.

Perusahaan teknologi dan otomotif besar berlomba-lomba menciptakan kendaraan yang aman, efisien, dan ramah lingkungan. Bahkan, beberapa kota telah mengoperasikan taksi otonom sebagai bagian dari transportasi umum.

Keunggulan utama teknologi ini adalah meningkatkan keselamatan berkendara, mengurangi kecelakaan akibat human error, serta mendukung efisiensi lalu lintas. Tidak heran jika autonomous driving disebut sebagai masa depan industri otomotif global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: