Pahala Mendengar dan Membaca Al-Qur’an, Apakah Sama? Buya Yahya Beri Penjelasan
Pahala Mendengar dan Membaca Al-Qur’an, Apakah Sama? Buya Yahya Beri Penjelasan, foto by Youtube--
RADARTSIKTV.ID - Pertanyaan mengenai apakah pahala mendengarkan bacaan Al-Qur’an sama dengan membaca langsung kembali menjadi perbincangan setelah dibahas oleh ulama kharismatik Buya Yahya dalam sebuah kajian yang beredar di YouTube.
Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa setiap bentuk interaksi dengan Al-Qur’an tetap bernilai ibadah, meskipun tingkat pahalanya tidak selalu sama.
Buya Yahya menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kalam Allah yang bisa diakses melalui berbagai cara. Seseorang bisa membaca dengan mata, melafalkan dengan lisan, mendengar dengan telinga, bahkan menghayati dengan hati. Semua bentuk tersebut, menurutnya, memiliki nilai pahala masing-masing.
BACA JUGA:6 Pesan Penting Buya Yahya dalam Memilih Calon Ibu bagi Anak-Anak Anda
BACA JUGA:Sering Ngantuk dan Lemas Saat Puasa? Simak 6 Tips Ampuh dari Buya Yahya untuk Menjaga Stamina
“Kalau seseorang membaca dengan matanya saja, dia mendapat pahala. Kalau dia melafalkan dengan lisannya, dia juga mendapat pahala. Bahkan jika hanya mendengar bacaan Al-Qur’an, tetap mendapat pahala,” jelasnya dalam ceramah tersebut.
Namun demikian, ia menekankan bahwa pahala membaca dan pahala mendengar tidak dapat disamakan. Membaca Al-Qur’an secara langsung dinilai memiliki keutamaan lebih karena melibatkan lebih banyak anggota tubuh sekaligus.
Saat membaca, mata melihat ayat, lisan melafalkan, telinga mendengar, dan hati berusaha memahami. Kombinasi aktivitas tersebut menjadikan ibadah membaca memiliki nilai pahala yang lebih besar dibanding hanya mendengar.
Meski begitu, Buya Yahya memastikan bahwa mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari rekaman, termasuk melalui platform digital seperti YouTube, tetap merupakan amalan yang berpahala.
BACA JUGA:Cek Sekarang: 9 Hal Ini Bikin Puasa Batal! Penjelasan Lugas Buya Yahya
BACA JUGA:Warisan Terbaik Bukan Harta: 5 Pesan Menyentuh Buya Yahya dalam Menjaga Mental Anak
Hal ini karena yang didengar tetap ayat suci Al-Qur’an, bukan perkataan manusia biasa. Dengan kata lain, sumber bacaan tidak menghilangkan nilai ibadah selama isinya adalah kalam Allah.
Ia juga menambahkan bahwa orang yang memutar bacaan Al-Qur’an agar didengar orang lain pun bisa memperoleh pahala.
Pahala tersebut berasal dari perbuatan memperdengarkan kebaikan kepada sesama, bukan dari membaca ayatnya. Sementara pahala membaca tetap menjadi keutamaan tersendiri bagi orang yang melafalkannya langsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: