Strategi Ekonomi Rumah Tangga ala "Begawan Ekonomi" Purbaya

Strategi Ekonomi Rumah Tangga ala

Strategi Ekonomi Rumah Tangga ala "Begawan Ekonomi" Purbaya--

RADARTASIKTV.ID- Dalam catatan sejarah ekonomi Indonesia, nama "Purbaya" atau Sumitro Djojohadikusumo dikenal sebagai sang Begawan Ekonomi.

Beliau adalah arsitek yang meletakkan dasar-dasar pemikiran ekonomi pragmatis, nasionalis, dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang.

Namun, tahukah Anda bahwa prinsip-prinsip makro yang beliau gunakan untuk membangun fondasi negara sebenarnya bisa ditarik ke skala yang lebih intim: ekonomi rumah tangga.

BACA JUGA:Jangan Asal Rayakan! 12 Pantangan Saat Imlek Biar Hoki dan Rezeki Lancar Sepanjang Tahun

BACA JUGA:Jakarta Light Festival 2026 di Bundaran HI: Perayaan Imlek Paling Meriah yang Wajib Kamu Datangi!

Seringkali, kegagalan finansial keluarga bukan disebabkan oleh kurangnya pendapatan, melainkan buruknya tata kelola.

Dengan mengadopsi disiplin ala Sang Begawan, kita bisa mengubah rumah tangga dari sekadar "unit konsumsi" menjadi "unit ekonomi yang tangguh."

1. Disiplin Anggaran: Mengharamkan Defisit Konsumtif

Salah satu doktrin utama dalam pemikiran ekonomi klasik adalah keseimbangan anggaran.

Dalam skala rumah tangga, ini berarti memastikan pengeluaran tidak pernah lebih besar dari pendapatan. Purbaya sangat menekankan efisiensi.

Strategi ekonomi rumah tangga yang kuat harus membedakan dengan tegas antara biaya operasional (makan, listrik, pendidikan) dan biaya prestise (gaya hidup).

Jika sebuah negara jatuh karena utang luar negeri yang tidak produktif, maka rumah tangga jatuh karena utang kartu kredit atau pinjaman online demi barang konsumtif.

Prinsipnya sederhana: Jika tidak mampu membeli secara tunai, berarti Anda belum sanggup memilikinya.

2. Membangun "Cadangan Devisa" Keluarga

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: