Anti Gagal! Tips Membuat Kue Cucur yang Berserat Cantik dan Tidak Keras
By Liputan6.com--
RADARTASIKTV.ID - Kue cucur, atau yang sering disebut cuhcur dalam pelafalan tradisional, adalah salah satu mahakarya jajanan pasar Indonesia. Bentuknya yang unik tebal dan empuk di bagian tengah dengan pinggiran garing kecokelatan yang menyerupai renda membuatnya selalu dirindukan.
Namun, banyak pemula yang mengeluh saat mencoba membuatnya sendiri: entah adonannya bantat, tidak muncul seratnya, atau teksturnya menjadi keras seperti karet setelah dingin.
Membuat kue cucur memang butuh "insting", tetapi sebenarnya ada sains sederhana di baliknya. Jika Anda ingin menyajikan kue cucur yang berserat cantik, empuk, dan tetap lembut meski sudah berjam-jam, simak panduan lengkap dan tips rahasianya berikut ini.
BACA JUGA:Panduan Wisata ke Taman Sakura Cibodas: Destinasi Favorit di Jantung Cianjur Tahun 2026
BACA JUGA:Bukan Sekadar Menahan Lapar: Panduan dr. Zaidul Akbar Agar Puasa Jadi Obat Penyakit Kronis
1. Komposisi Tepung: Kunci Tekstur yang Pas
Rahasia pertama terletak pada perbandingan tepung. Jangan hanya menggunakan tepung beras saja karena akan membuat kue menjadi sangat keras. Gunakan campuran tepung beras dan tepung terigu protein sedang dengan rasio yang tepat (biasanya 2:1 atau 3:2).
Tepung beras memberikan struktur dan kekhasan rasa, sementara tepung terigu memberikan kelembutan dan elastisitas agar kue tidak kaku saat dingin.
Pastikan kedua tepung ini diayak terlebih dahulu untuk menghindari gumpalan yang bisa merusak tampilan serat.
BACA JUGA:Imlek di Indonesia Ternyata Spesial, Ini Fakta-Fakta Menariknya
BACA JUGA:Mau Liburan Hemat? Cek Promo Tiket Trans Studio Bandung Terbaru Tahun 2026
2. Pengolahan Air Gula yang Benar
Air gula bukan sekadar pemanis, melainkan komponen pengaktif serat. Gunakan campuran gula merah (gula aren lebih disarankan untuk aroma yang kuat) dan sedikit gula pasir. Rebus air gula bersama daun pandan hingga mendidih dan gula larut sempurna.
Tips Penting: Jangan menuangkan air gula yang masih mendidih ke dalam tepung. Biarkan suhu air gula turun hingga menjadi hangat kuku. Jika terlalu panas, tepung akan matang prematur dan adonan menjadi liat. Jika terlalu dingin, serat tidak akan terbentuk saat digoreng.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: