Mimpi Asia yang Kandas: Evaluasi Total Persib Bandung Pasca Tersingkir dari ACL Two 2026

Mimpi Asia yang Kandas: Evaluasi Total Persib Bandung Pasca Tersingkir dari ACL Two 2026

By YouTube --

RADARTASIKTV.ID - Tahun 2026 seharusnya menjadi panggung pembuktian bagi Persib Bandung untuk berbicara banyak di level elit sepak bola Asia.

Namun, langkah tim berjuluk "Pangeran Biru" ini harus terhenti di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two).

Kekalahan agregat dari wakil Thailand, Ratchaburi FC, menyisakan luka sekaligus pelajaran berharga bagi peradaban sepak bola Indonesia.

BACA JUGA:Persib Berjuang Sampai Akhir, Menang Tipis Namun Harus Angkat Koper dari ACL 2

BACA JUGA:Ternyata Zikir Bukan Cuma Tasbih, Ini 5 Maknanya dalam Al-Qur’an Saat Ramadan

Dalam ulasan mendalam bersama pengamat sepak bola, terungkap beberapa titik kritis yang menjadi penyebab utama kegagalan Persib,

mulai dari kesalahan teknis individu hingga perbedaan kualitas taktis di level internasional.

Kartu Merah Uilliam Barros: Titik Nadir Perjuangan

Salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan leg kedua adalah kartu merah yang diterima oleh penyerang asing Persib, Uilliam Barros. 

Sebelum insiden ini, Persib sebenarnya tampil sangat dominan dan militan. Strategi Bojan Hodak untuk mengejar gol cepat sempat memberikan harapan bagi para Bobotoh yang memadati stadion.

BACA JUGA:Bukan Direbus! Ternyata Begini Cara Mengolah Jahe Agar Khasiatnya Tidak Hilang 50%

BACA JUGA:Belajar Sejak Fajar: Sejarah dan Makna Kuliah Subuh dalam Peradaban Islam

Namun, provokasi dari pemain lawan, Jonathan Khemdee, tampaknya berhasil memancing emosi Barros.

Pelanggaran keras yang berujung kartu merah langsung ini dianggap sebagai tindakan "konyol" yang merusak seluruh skenario taktis yang telah dibangun.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: