Penyakit Maag Justru Lebih Jarang Kambuh Saat Puasa, Ini Penjelasan Medisnya
Penyakit Maag Justru Lebih Jarang Kambuh Saat Puasa, Ini Penjelasan Medisnya, foto by Alodokter--
RADARTASIKTV.ID - Banyak penderita maag merasa cemas ketika memasuki bulan puasa karena khawatir lambung kosong dalam waktu lama akan memicu kambuhnya asam lambung.
Namun fakta di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Menurut penjelasan dari Dr. Saddam Ismail, justru banyak pasien melaporkan kondisi lambung mereka terasa lebih nyaman selama menjalankan ibadah puasa.
Kondisi ini sering dianggap aneh karena biasanya telat makan saja sudah bisa memicu nyeri lambung. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di dalam tubuh saat seseorang berpuasa?
BACA JUGA:Benarkah Puasa Bisa Menyembuhkan Asam Lambung? Ini Penjelasan Dokter yang Perlu Kamu Tahu
BACA JUGA:Asam Lambung Kambuh Saat Puasa? Tenang, Ini Tips Aman dari Dokter Biar Ibadah Tetap Lancar
Produksi Asam Lambung Menurun
Alasan pertama adalah penurunan produksi asam lambung. Secara fisiologis, lambung memproduksi asam untuk membantu proses pencernaan makanan.
Saat seseorang sering makan atau ngemil, lambung terus aktif menghasilkan asam.
Namun ketika berpuasa, otak memberi sinyal bahwa tidak ada makanan yang perlu dicerna. Respons tubuh adalah menurunkan produksi asam secara bertahap.
Kondisi ini membuat lambung mendapat waktu istirahat alami sehingga dinding lambung bisa memperbaiki iritasi atau luka kecil.
Pola Makan Jadi Lebih Teratur
Faktor kedua adalah pola makan yang lebih disiplin. Di luar bulan puasa, banyak orang makan tidak teratur karena kesibukan. Kebiasaan menunda makan membuat ritme kerja lambung menjadi kacau.
Saat puasa, waktu makan menjadi terjadwal jelas, yakni saat sahur dan berbuka. Keteraturan ini membantu lambung mengenali kapan harus memproduksi asam dan kapan harus beristirahat.
Ritme biologis yang stabil inilah yang berkontribusi pada membaiknya kondisi maag.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: