Mengetuk Pintu Langit dengan Berbakti: Rahasia Keberkahan Hidup ala Ustadz Abdul Somad

Mengetuk Pintu Langit dengan Berbakti: Rahasia Keberkahan Hidup ala Ustadz Abdul Somad

Mengetuk Pintu Langit dengan Berbakti: Rahasia Keberkahan Hidup ala Ustadz Abdul Somad--

RADARTASIKTV.ID- Dalam banyak ceramahnya yang menggelegar, Ustadz Abdul Somad (UAS) seringkali mengingatkan jamaah bahwa kunci sukses seorang Muslim tidak hanya terletak pada dahi yang hitam karena sujud atau lisan yang basah karena zikir.

Ada satu "kunci keramat" yang mampu membuka pintu langit dan menurunkan keberkahan seketika: Berbakti kepada orang tua (Birrul Walidain).

UAS menekankan bahwa hubungan dengan orang tua bukan sekadar masalah sosial atau etika, melainkan masalah akidah dan keberkahan hidup.

BACA JUGA:Es Mangga Kuweni Segar Banget! Ide Minuman Buka Puasa yang Manis, Asem, dan Bikin Nagih

BACA JUGA:Tasikmalaya di Bawah Kepemimpinan Cecep Nurul Yakin: Tantangan Pembangunan dan Harapan Rakyat

Orang Tua: Keramat di Dalam Rumah

UAS sering berseloroh namun serius, "Jangan jauh-jauh mencari wali Allah ke gunung atau hutan, wali Allah itu ada di rumahmu. Ibumu adalah keramatmu." Beliau menjelaskan bahwa doa seorang ibu memiliki kekuatan yang menembus hijab langit.

Dalam perspektif UAS, banyak orang yang hidupnya berantakan—rezeki sempit, keluarga tidak harmonis, anak-anak nakal—bukan karena mereka kurang kerja keras, melainkan karena ada "sumbat" pada saluran keberkahannya. Sumbat itu seringkali berupa kedurhakaan atau pengabaian terhadap orang tua.

Berbakti Saat Hidup: Memuliakan dan Melayani

Ustadz Abdul Somad memberikan poin-poin konkret mengenai adab kepada orang tua yang masih hidup:

Mendahulukan Keperluan Mereka: UAS sering menceritakan kisah sahabat Nabi yang lebih memilih memberi minum ibunya daripada anaknya sendiri. Ini adalah simbol prioritas.

Menjaga Perasaan (Hifdzul Qalb): Berbakti bukan hanya soal memberi uang. UAS menekankan pentingnya wajah yang berseri-seri saat bertemu orang tua. Jangan sampai kita memberi materi tapi dengan wajah yang cemberut atau kata-kata yang menyakitkan.

BACA JUGA:Tasikmalaya di Bawah Kepemimpinan Cecep Nurul Yakin: Tantangan Pembangunan dan Harapan Rakyat

BACA JUGA:Penyakit Maag Justru Lebih Jarang Kambuh Saat Puasa, Ini Penjelasan Medisnya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: