Setara Ibadah 82 Tahun: Mengapa Anda Tak Boleh Melewatkan Ramadan Kali Ini?

Setara Ibadah 82 Tahun: Mengapa Anda Tak Boleh Melewatkan Ramadan Kali Ini?

By YouTube --

RADARTASIKTV.ID- Bulan Ramadan bukan sekadar siklus tahunan yang datang dan pergi untuk mengubah pola makan dan tidur kita. Lebih dari itu, Ramadan adalah sebuah "pertaruhan iman" dan kesempatan emas yang belum tentu hadir kembali di tahun mendatang.

Dalam sebuah ceramahnya yang mendalam, Ustadz Adi Hidayat menyampaikan pesan yang menggetarkan hati mengenai betapa ruginya seorang hamba jika Ramadan berlalu tanpa meninggalkan bekas ampunan dari Allah SWT.

Peringatan Keras dari Atas Mimbar

Ustadz Adi Hidayat mengawali pembahasannya dengan mengutip sebuah hadis yang didokumentasikan oleh Al-Imam al-Hakim Annaisaburi dalam kitab Al-Mustadrak.

Dikisahkan bahwa Rasulullah SAW saat hendak memberikan tausiah, menaiki mimbar yang memiliki tiga undakan. Hal yang mengejutkan adalah, di setiap tapak kaki beliau menginjak tangga, beliau mengucapkan doa yang langsung diaminkan oleh Malaikat Jibril.

Salah satu kutipan doa tersebut adalah: "Raghima anfu rajulin liman adraka Ramadana walam yughfar lahu."

Artinya, sungguh terhina dan tercorenglah wajah seorang Muslim yang diberikan kesempatan hidup hingga bertemu bulan Ramadan, namun ia tidak mampu memanfaatkan keistimewaan bulan tersebut untuk meraih ampunan Allah.

Ketika seorang Nabi yang penuh kasih berdoa demikian, dan malaikat yang paling mulia mengaminkannya, ini adalah isyarat bahwa kelalaian di bulan Ramadan adalah perkara yang sangat serius.

BACA JUGA:Doa yang Diajarkan Rasulullah untuk Dibaca Pagi dan Malam di Bulan Ramadan

BACA JUGA:iPhone 17e Sudah Rilis, Worth It Buat Dibeli atau Cuma Upgrade Biasa?

Ramadan: Pertaruhan Kadar Iman

Mengapa Ramadan begitu istimewa hingga kelalaian di dalamnya disebut sebagai sebuah kehinaan? Ustadz Adi menjelaskan bahwa setiap perintah ibadah dalam Al-Qur'an yang dibuka dengan kalimat "Ya ayyuhalladzina amanu" (Wahai orang-orang yang beriman),

seperti halnya perintah puasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, menunjukkan bahwa ibadah tersebut merupakan ukuran langsung dari kekuatan iman seseorang.

Sama halnya dengan salat, puasa adalah media untuk membuktikan sejauh mana kejujuran iman kita. Orang yang semangat menghidupkan malamnya dengan tarawih, siangnya dengan siam, dan waktunya dengan tilawah Al-Qur’an, menunjukkan iman yang sedang kuat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: