Ingin Banyak Ibadah tapi Ramadan Habis untuk Kerja? Ini Nasihat Buya Yahya Agar Tetap Raih Pahala
Ingin Banyak Ibadah tapi Ramadan Habis untuk Kerja? Ini Nasihat Buya Yahya Agar Tetap Raih Pahala, foto by Youtube--
RADARTASIKTV.ID - Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, namun tidak sedikit orang yang merasa sedih karena sebagian besar waktunya habis untuk bekerja.
Sehingga sulit mengikuti berbagai ibadah seperti tarawih berjamaah, kajian, atau tilawah Al-Qur’an. Perasaan ini juga dirasakan oleh seorang penanya yang kemudian meminta nasihat kepada Buya Yahya.
Ia mengaku merasa iri ketika melihat orang lain bisa lebih leluasa beribadah, sementara dirinya harus tetap fokus pada pekerjaan.
BACA JUGA:Fenomena Dukhan: Kabut Misterius Tanda Kiamat? Ini Penjelasan Buya Yahya
BACA JUGA:Apa Tanda Kedatangan Imam Mahdi di Akhir Zaman? Ini Penjelasan Buya Yahya
Lalu, apakah kondisi seperti itu membuat seseorang kehilangan keutamaan Ramadan?
Rasa Iri dalam Kebaikan Itu Diperbolehkan
Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa rasa iri melihat orang lain lebih banyak beribadah bukanlah sesuatu yang buruk selama iri tersebut mendorong seseorang untuk ikut berbuat kebaikan.
Menurutnya, rasa iri yang disertai kerinduan untuk beribadah justru termasuk iri yang baik.
Jika seseorang benar-benar memiliki keinginan kuat untuk beribadah, maka Allah SWT dapat memberikan pahala yang sama meskipun ia belum mampu melakukannya secara maksimal karena keterbatasan waktu.
Namun, kerinduan itu harus dibuktikan dengan kesungguhan.
Kerinduan Beribadah Harus Dibuktikan
Buya Yahya menekankan bahwa keinginan untuk beribadah tidak boleh hanya sekadar ucapan atau perasaan.
Kesungguhan tersebut bisa terlihat dari sikap seseorang ketika memiliki kesempatan. Misalnya saat libur kerja atau memiliki waktu senggang, apakah benar-benar digunakan untuk beribadah atau justru dihabiskan untuk hal lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: