Diterjang Cuaca Ekstrem, Tembok Pembatas Perum Almina Regency Tasikmalaya Ambruk, Warga Khawatir

Diterjang Cuaca Ekstrem, Tembok Pembatas Perum Almina Regency Tasikmalaya Ambruk, Warga Khawatir

Tembok Pembatas Perum Almina Regency Tasikmalaya Ambruk, Foto Dani Heryadi--

RADARTASIKTV.ID - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Tasikmalaya mengakibatkan tembok pembatas di Perumahan Almina Regency, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, ambruk pada Kamis (2/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Tembok dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi 3 meter itu roboh dan langsung menimpa areal persawahan yang sedang menghijau di bawahnya.

BACA JUGA:Personal Branding di Era Baru, Bukan Lagi Pilihan Tapi Kebutuhan

BACA JUGA:Panduan ke Curug Gedus Tasikmalaya, Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi

"Kejadiannya pukul 17.40 WIB. Ya sudah ada petugas dari BPBD meninjau ke lokasi” ujar Ketua RT setempat Ivan Muhipan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya tiba di lokasi untuk melakukan peninjauan dan pendataan dampak kerusakan.

Meski tidak mengakibatkan korban, ambruknya tembok pembatas ini menimbulkan kekhawatiran bagi warga perumahan. Pasalnya, jarak antara titik longsor dengan bangunan rumah warga kini hanya tersisa sekitar 2 meter.

BACA JUGA:Realme Watch 5 Turun Harga Drastis, Masih Layak Dibeli atau Nggak?

BACA JUGA:Panduan ke Curug Gedus Tasikmalaya, Hidden Gem yang Wajib Dikunjungi

Selain mengancam struktur bangunan rumah, warga juga mengeluhkan masalah keamanan lingkungan. Dengan ambruknya benteng pembatas tersebut, akses menuju perumahan menjadi terbuka bagi orang luar.

Warga berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen.

Hal ini mendesak dilakukan guna menghindari longsor susulan yang lebih parah serta menjaga keamanan lingkungan warga Perum Almina Regency.

Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar tembok yang ambruk telah dipantau petugas untuk mengantisipasi pergerakan tanah susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait