Wajah dan Suara Bisa Dipalsukan AI, Waspadai Modus Penipuan Deepfake

Wajah dan Suara Bisa Dipalsukan AI, Waspadai Modus Penipuan Deepfake

Wajah dan Suara Bisa Dipalsukan AI, Waspadai Modus Penipuan Deepfake Foto By Facebook @Brilio--

RADARTASIKTV.ID - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuat wajah, suara, hingga video seseorang dapat dibuat atau dimanipulasi menyerupai kondisi nyata. Teknologi ini dikenal sebagai deepfake dan kini dimanfaatkan dalam berbagai modus penipuan digital.

BACA JUGA:Hijab Segi Empat Tak Lagi Sekadar Penutup Kepala, Kini Jadi Outer untuk Lengkapi Gaya Anak Muda

BACA JUGA:Buket Cantik Jadi Peluang Usaha Santri di Tengah Kesibukan Mondok

Apa Itu Deepfake?

Deepfake merupakan konten digital yang dibuat atau dimanipulasi menggunakan AI sehingga seseorang seolah-olah mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah dilakukan.

Teknologi ini dapat digunakan pada wajah, suara, maupun video. Dalam konteks penipuan, deepfake dimanfaatkan untuk menciptakan identitas atau pernyataan palsu agar korban percaya bahwa informasi tersebut benar-benar berasal dari orang yang ditampilkan.

Karena itu, sebuah video atau rekaman suara yang menampilkan sosok terkenal tidak selalu dapat dijadikan bukti bahwa orang tersebut benar-benar menyampaikan informasi yang ada di dalamnya.

Bagaimana Deepfake Digunakan untuk Menipu?

Salah satu modus yang perlu diwaspadai di Indonesia adalah mengakali dengan nama dan wajah artis atau tokoh publik untuk menawarkan giveaway, hadiah, bantuan, atau uang tunai.

Pada 2024, misalnya, beredar video yang menampilkan Raffi Ahmad seolah-olah membagikan hadiah melalui nomor WhatsApp. Hasil pemeriksaan fakta Mafindo menunjukkan video tersebut merupakan manipulasi. Gerakan bibir dan suara tidak sesuai, sedangkan video aslinya berasal dari unggahan Raffi Ahmad dengan pembahasan yang berbeda.


Foto By Facebook @Brilio--

Modus serupa juga ditemukan pada konten yang mencatut nama Amanda Manopo untuk menawarkan uang melalui Facebook. Pemeriksaan fakta menemukan adanya indikasi rekayasa AI, sementara tautan yang diberikan dalam unggahan tersebut tidak berkaitan dengan Amanda Manopo.

Modus tersebut bukan berarti giveaway atau promosi dari artis selalu palsu. Yang perlu diwaspadai adalah akun atau konten yang menggunakan identitas artis tanpa dasar yang jelas. Setelah menarik perhatian korban, pelaku dapat mengarahkan mereka ke nomor WhatsApp, tautan tertentu, atau meminta sejumlah data dan uang.

Kementerian Komunikasi dan Digital serta Satgas PASTI juga telah mengingatkan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membuat tiruan wajah dan suara dalam aksi penipuan.

BACA JUGA:Buket Cantik Jadi Peluang Usaha Santri di Tengah Kesibukan Mondok

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: