Jangan Sampai Helm Hanya Dipakai Takut Ditilang
Pinterest--
Menggunakan helm saat berkendara sepeda motor masih sering dianggap sebagai kewajiban untuk menghindari pemeriksaan petugas. Padahal, fungsi utama helm jauh lebih penting, yaitu memberikan perlindungan bagi kepala ketika terjadi kecelakaan.
Helm menjadi salah satu perlengkapan keselamatan yang tidak seharusnya ditinggalkan, meskipun perjalanan hanya berjarak dekat. Risiko kecelakaan dapat terjadi kapan saja dan tidak selalu dapat diperkirakan oleh pengendara.
Kebiasaan tidak menggunakan helm biasanya muncul karena merasa perjalanan yang dilakukan tidak jauh. Ada pula pengendara yang hanya menggunakan helm ketika melewati jalan utama atau saat mengetahui adanya pemeriksaan lalu lintas.
BACA JUGA:Mahal Tapi Tetap Diburu, Rahasia di Balik Awetnya Nilai Jual Vespa Matic
BACA JUGA:Di Balik Gurih dan Pedas Seblak, Ada Risiko Kesehatan Jika Dikonsumsi Berlebihan
Padahal, kecelakaan tidak hanya terjadi di jalan besar. Jalan lingkungan, kawasan permukiman, hingga perjalanan menuju tempat yang lokasinya tidak jauh tetap memiliki risiko.
Selain digunakan, helm juga perlu dipakai dengan benar. Tali pengaman harus terpasang dan dikencangkan agar helm tidak mudah terlepas ketika terjadi benturan.
Pemilihan helm juga perlu diperhatikan. Pengendara sebaiknya menggunakan helm yang sesuai standar keselamatan dan memiliki ukuran yang pas sehingga dapat memberikan perlindungan secara optimal.
Helm yang terlalu longgar dapat mengurangi kenyamanan dan berpotensi bergeser saat digunakan. Sebaliknya, helm yang terlalu sempit juga dapat membuat pengendara tidak nyaman selama perjalanan.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Haus, Kenali 7 Tanda Tubuh Mulai Kekurangan Cairan
Kesadaran menggunakan helm seharusnya tidak muncul hanya ketika ada petugas di jalan. Kebiasaan tersebut perlu dibangun sebagai bagian dari budaya keselamatan dalam berkendara.
Bagi pengendara sepeda motor, mengenakan helm dapat dimulai dari hal sederhana. Sebelum menyalakan mesin, pastikan helm sudah terpasang dengan benar dan tali pengamannya terkunci.
Kebiasaan sederhana tersebut juga dapat menjadi contoh bagi penumpang maupun anggota keluarga lainnya. Terutama bagi orang tua, penggunaan helm dapat diperkenalkan kepada anak sebagai bagian dari kebiasaan aman di jalan.
BACA JUGA:Pengurus Persatuan Becak Gayo Lues Soroti Penyaluran Becak Listrik, 70 Persen Dinilai Salah Sasaran
BACA JUGA:Dari Tasikmalaya untuk Indonesia, Dthree Kembali Lalui 9.9 dengan Penuh Optimisme
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: