Kala Seni Rupa Berbisik Mesra di Kota Resik

Kala Seni Rupa Berbisik Mesra di Kota Resik

pameran seni rupa tasikmalaya --

RADARTASIK.ID- Tasikmalaya selama ini dikenal sebagai julukan kota resik, tenang, dan penuh kehangatan warga lokalnya karena kata “RESIK” ini merupakan sebuah akronim resmi yang menjadi semboyan kota tasik  untuk menggambarkan komitmen masyarakat dan pemerintahannya dalam menjaga lingkungan.

Julukan ini lahir sebagai cerminan kota yang selalu diupayakan agar bersih, rapi, sehat, indah, dan asri.

Selain itu juga tasik dijuluki kota batik karena Dikenal sebagai salah satu pusat penghasil seni kerajinan batik khas (Batik Tasik) yang memiliki ciri khas warna dan motif tersendiri.

BACA JUGA:Bukan Cuma Sunset yang Indah dan Spot Foto “Logo Aqua”! Ini Alasan Pendaki Pemula Wajib Muncak ke Gunung Prau

BACA JUGA:Sariawan Bikin Aktivitas Terganggu? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

BACA JUGA:Yuk Kenalan dengan Cing Cofan, Kuliner Khas Medan yang Menggoda Selera

Nah… lewat pameran ini yang diadakan oleh komunitas cermin tasikmalaya yang bertempatan di buleud art galery dan studio tasikmalaya pada tanggal 11-30 juli 2026 kita diajak melihat sisi lain Kota Tasik yang begitu banyak karya seni dan kaya akan ruang ekspresi. Ada denyut kreativitas yang sangat kuat dari para seniman lokal yang tidak pernah padam.

Karya seni di sini berfungsi sebagai jembatan dialog seniman "berbicara" lewat karyanya, dan kita membalasnya dengan rasa, pemikiran, atau senyuman saat menemukan makna yang tersembunyi.

Bisikan beragam karya seni rupa yang dipamerkan di Art Dialogue menyuarakan banyak hal, mulai dari keindahan alam, hingga perupa yang mengajak penonton menyelami ruang perenungan batin kecilnya. Lewat polesan kuas dan pilihan warna para perupa, Tasikmalaya terbukti bukan sekadar kota transit, melainkan rumah yang subur bagi perupa dan ide-ide estetis yang progresif.

BACA JUGA:Gak Punya Waktu Buat Olahraga? Jalan Kaki Jadi Olahraga yang Sering Diremehkan

BACA JUGA:Melihat Warna Hijau Bisa Menyembuhkan Mata Minus, Mitos atau Fakta?

BACA JUGA:Dikukus dengan Taburan Bawang Goreng, Cilok Rasli di HZ Mustofa Punya Rasa yang Berbeda

Menikmati Art Dialogue bukan cuma soal memanjakan mata atau berfoto untuk media sosial. Pameran ini memberi kita ruang sejenak untuk "pelesir sejenak" dari riuhnya rutinitas harian. Momen ketika kita berdiri di depan sebuah lukisan, terdiam beberapa detik, lalu merasa terhubung dengan pesan di dalamnya itulah keajaiban seni yang sebenarnya.

Apresiasi tinggi patut diberikan kepada Komunitas Cermin Tasikmalaya serta Buleud Art Gallery & Studio yang konsisten merawat kebudayaan ini. Lewat gelaran selama 11–30 Juli 2026 ini, mereka mengingatkan kita semua bahwa seni tidak harus selalu berteriak nyaring untuk dapat menyentuh hati. Cukup dengan bisikan yang jujur dan tulus, ia sanggup menggerakkan rasa dan membuat Kota Tasik senantiasa hangat, hidup, dan penuh makna.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: