Dulu Terasa Asing, Sekarang Ada di Mana-Mana, Kenapa K-Pop Begitu Mudah Merebut Hati Dunia?
Pinterest--
RADARTASIKTV.ID– Dari mana sebenarnya K-Pop bermula? Musik Korea Selatan yang kini terdengar hampir di seluruh dunia ternyata tidak langsung menjadi fenomena sebesar sekarang.
Istilah K-Pop mulai dikenal luas untuk menyebut musik populer Korea Selatan yang berkembang dari berbagai pengaruh musik, terutama sejak industri musik Korea mulai berubah pada 1990-an.
Salah satu titik pentingnya muncul pada 1992 ketika Seo Taiji and Boys tampil dengan musik yang memadukan hip-hop, rock, dan pop. Gaya mereka dianggap berbeda dan kemudian menjadi salah satu tonggak perkembangan K-Pop modern.
BACA JUGA:UEL Coffee & Bakery Tasikmalaya Mengusung Konsep Artisan Bakery dengan Memadukan Sajian Kopi
BACA JUGA:Bensin Cepat Habis Padahal Jarak Dekat, Kebiasaan Berkendara Ini Bisa Jadi Penyebabnya
Setelah itu, industri musik Korea semakin berkembang. Grup seperti H.O.T., S.E.S., hingga Shinhwa mulai membawa budaya grup idol kepada generasi berikutnya.
Namun, K-Pop belum benar-benar menjadi fenomena global. Perkembangannya mulai semakin terlihat ketika gelombang budaya Korea atau Hallyu menyebar ke berbagai negara Asia.
Memasuki era 2000-an, nama-nama seperti TVXQ, Super Junior, Girls' Generation, BIGBANG, dan Wonder Girls mulai semakin dikenal di luar Korea Selatan.
Kemudian datang salah satu momen yang mengubah permainan. Pada 2012, lagu “Gangnam Style” milik PSY meledak secara global dan membuat semakin banyak orang di berbagai negara memperhatikan musik Korea.
Video musiknya menyebar luas di YouTube, sementara gerakan tari khasnya ikut ditiru oleh banyak orang. K-Pop pun semakin sulit dianggap sebagai musik yang hanya populer di Korea.
Setelah itu, gelombang K-Pop semakin besar. Grup generasi berikutnya seperti EXO, TWICE, BLACKPINK,
BACA JUGA:Fenomena Decluttering, Saat Orang Mulai Memilih Barang yang Benar-Benar Dibutuhkan
BACA JUGA:Rutin Puasa Senin Kamis? Kenali Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
BTS berhasil membawa penggemar dari berbagai negara.
Kehadiran media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan tersebut. YouTube, Instagram, TikTok, dan berbagai platform lainnya membuat musik Korea dapat langsung ditemukan oleh pendengar di belahan dunia mana pun.
Menariknya, orang tidak harus mencari K-Pop terlebih dahulu. Sebuah potongan lagu atau video dance bisa muncul begitu saja di media sosial, kemudian membuat seseorang penasaran dan mulai mencari tahu.
Dari sinilah banyak orang mengalami hal yang sama: awalnya hanya satu lagu, kemudian mengenal grupnya, lalu mulai mengikuti konten dan akhirnya memiliki idol favorit.
K-Pop juga tidak hanya menjual musik. Konsep album, video musik, koreografi, fashion, hingga kepribadian idol dikemas menjadi satu pengalaman yang membuat penggemar punya banyak alasan untuk terus mengikuti.
Ada pula kekuatan fandom yang membuat K-Pop semakin besar. Penggemar dari berbagai negara dapat berkumpul, membuat konten, menerjemahkan informasi, hingga ikut menyebarkan karya idol yang mereka sukai.
Akhirnya, K-Pop tidak hanya membawa lagu Korea ke luar negeri. Bersamaan dengan itu, budaya Korea seperti bahasa, makanan, fashion, drama, dan berbagai tren lainnya ikut semakin dikenal.
BACA JUGA:Kenapa Kita Bisa Menguap Hanya Karena Melihat Orang Lain Menguap?
BACA JUGA:Gak Perlu Kalap Gula! Ini Cara Sehat Redakan Stres Tugas Kuliah Tanpa Makanan Manis
Perjalanannya memang tidak terjadi dalam semalam. Dari perubahan musik pada 1990-an, gelombang Hallyu di Asia, hingga ledakan global di era media sosial, K-Pop tumbuh sedikit demi sedikit.
Kini, sesuatu yang dulu mungkin terdengar asing justru bisa ditemukan hampir di mana-mana. Dari satu lagu yang awalnya hanya membuat penasaran, K-Pop berhasil berubah menjadi fenomena budaya yang mampu merebut perhatian dunia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: