bahkan aroma di sekitar saat hal itu terjadi—semakin kuat pesan yang kamu kirimkan ke otakmu (reticular activating system) untuk mulai mencari jalan menuju ke sana.
BACA JUGA:Ramadan Sebentar Lagi! Cek Resep Takjil 3 Bahan yang Praktis Buat Kamu yang Gak Punya Banyak Waktu.
BACA JUGA:Bupati Dorong Pembangunan Bendung dan Tanggul dI Selatan, Libatkan Ahli Tanam Padi Varietas Tangguh
2. Buang Limiting Beliefs
Kamu tidak akan bisa mencapai sesuatu jika di lubuk hati terdalam kamu merasa tidak layak. Ini yang disebut limiting beliefs atau keyakinan yang membatasi. Contohnya: "Aku kan cuma lulusan biasa", atau "Nggak mungkin orang kayak aku bisa punya rumah mewah".
Ubah narasi internalmu. Ganti "I can't" menjadi "How can I?". Proses ini memang tidak instan, tapi dengan menyadari pikiran negatif saat mereka muncul, kamu bisa mulai melawannya dengan afirmasi positif yang logis.
3. Bertindak Seolah-olah
Manifesting bukan berarti kamu hanya duduk diam di kamar dan menunggu uang jatuh dari langit. Kamu harus mulai bergetar di frekuensi yang sama dengan tujuanmu.
Jika kamu ingin menjadi seorang manajer profesional, mulailah berpakaian, berbicara, dan mengelola waktu layaknya seorang manajer sekarang juga.
Ini bukan soal "palsu", melainkan melatih mental agar terbiasa dengan identitas baru tersebut. Ketika mentalmu sudah siap, peluang yang datang tidak akan membuatmu kaget atau takut, karena kamu sudah "merasa" memiliki kapasitas tersebut.
4. Inspired Action: Jangan Cuma Diam!
Ini adalah bagian yang sering dilupakan: Aksi Nyata. Manifesting tanpa tindakan adalah delusi. Perbedaannya, dalam manifesting, tindakan yang kamu ambil disebut inspired action.
Kamu akan merasa ditarik untuk melakukan sesuatu—misalnya tiba-tiba ingin ikut kursus tertentu, mengirim email ke seseorang, atau mendatangi sebuah acara. Ikuti intuisi itu. Kerja keras tetap ada, tapi rasanya lebih ringan karena kamu tahu arahnya ke mana.
5. Praktikkan Gratitude (Syukur) Setiap Hari
Syukur adalah akselerator manifesting yang paling kuat. Dengan bersyukur atas apa yang sudah kamu miliki sekarang (sekecil apa pun itu), kamu mengirimkan sinyal bahwa kamu berada dalam kondisi "berkelimpahan", bukan "kekurangan".
Orang yang merasa kekurangan akan menarik lebih banyak kekurangan. Orang yang merasa berkecukupan akan menarik lebih banyak keberuntungan.