Istilah booster identik dengan penambah energi atau penguat. Dalam konteks spiritual, narasi yang dibangun oleh Ustadz Hanan Attaki memiliki efek menenangkan sekaligus memotivasi.
Beliau sering berbicara tentang "Ladies Day" atau kajian khusus wanita, serta tema-tema seputar pencarian jati diri, jodoh, dan kegagalan dalam hidup.
BACA JUGA:Asam Lambung Sering Naik Setelah Makan? Ini 6 Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya
BACA JUGA:Rugi Jika Ditinggalkan! Ini 7 Amalan Utama di Bulan Sya’ban Menurut Ustadz Abu Humairoh
Penyampaiannya yang lembut dengan intonasi suara yang tenang sering kali membuat pendengarnya merasa sedang "dipeluk" oleh nasihat-nasihatnya.
Beliau mengajarkan bahwa hijrah bukanlah proses sekali jadi yang harus sempurna, melainkan perjalanan panjang penuh jatuh bangun yang harus dinikmati bersama Allah.
Melintasi Tantangan dan Terus Menginspirasi
Perjalanan dakwahnya tidak selalu mulus. Sebagai tokoh publik, beliau sempat menghadapi berbagai dinamika dan tantangan dalam berorganisasi serta berdakwah di lingkungan masyarakat yang beragam.
Namun, sikapnya yang tetap rendah hati dan terbuka untuk belajar termasuk saat beliau secara resmi dibaiat menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu lalu menunjukkan kedewasaan spiritual yang luar biasa.
Hal ini justru memperluas jangkauan dakwahnya, merangkul lebih banyak kalangan tanpa kehilangan identitas aslinya yang santai.
Penutup: Islam yang Rangkul, Bukan Pukul
Ustadz Hanan Attaki telah membuktikan bahwa agama tidak selalu harus disampaikan dengan nada keras atau wajah yang tegang.
Melalui pendekatan yang inklusif, beliau berhasil menjadikan masjid sebagai "rumah kedua" bagi anak-anak muda yang sedang mencari arah pulang.
Bagi siapa pun yang merasa imannya sedang "lowbat", mendengarkan kajian singkatnya di media sosial sering kali menjadi oase yang menyegarkan.
Beliau adalah pengingat bahwa Allah itu dekat, Allah itu menyayangi, dan pintu taubat selalu terbuka selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin kembali.