CV yang Relevan: Jika Anda pindah karier, pastikan CV Anda menonjolkan keahlian baru, bukan sekadar riwayat pekerjaan lama yang tidak nyambung.
Portofolio adalah Raja: Tanpa pengalaman kerja formal, portofolio adalah satu-satunya cara meyakinkan klien atau HRD. Rizka menyarankan untuk membuat dummy project (proyek simulasi) atau mengikuti kegiatan volunteering.
Portofolio tidak harus terlihat cantik secara desain, yang penting adalah bagaimana Anda menjelaskan cara menyelesaikan suatu masalah.
3. Strategi Mencari Lowongan Kerja Remote
Jangan hanya terpaku pada satu platform. Rizka menyarankan penggunaan platform umum seperti LinkedIn, Glints, atau JobStreet.
Namun, ada trik khusus: selain melamar lewat sistem, cobalah untuk melakukan direct outreach. Kirimkan email langsung ke HRD atau sapa mereka melalui media sosial profesional dengan sopan.
Untuk mendapatkan gaji dalam mata uang Dollar, Anda bisa mulai melirik perusahaan di Singapura atau Malaysia melalui platform pencarian kerja internasional.
BACA JUGA:Rahasia Santri Bermental Baja: Bagaimana Kehidupan Asrama Membentuk Karakter Pemimpin Masa Depan
BACA JUGA:Ingin Disukai Banyak Orang? Maudy Ayunda Ungkap 3 Pelajaran Penting dari Buku Dale Carnegie
4. Memanfaatkan Keuntungan Kerja Remote
Salah satu privilege menjadi pekerja remote yang sering dilewatkan adalah kemampuan untuk memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Rizka menyarankan untuk tidak cepat puas dengan satu pekerjaan full-time saja.
Anda bisa mengambil 3-4 pekerjaan part-time atau freelance tanpa harus merasa burnout, asalkan manajemen waktunya tepat. Dengan cara inilah banyak pekerja remote bisa mencapai penghasilan hingga dua atau tiga digit setiap bulannya.
5. Waspada Terhadap Penipuan
Dunia kerja remote juga penuh dengan risiko. Rizka memperingatkan dua jenis penipuan yang sering terjadi:
Pre-work Fraud: Perusahaan meminta data sensitif seperti fotokopi KTP atau uang pendaftaran sebelum wawancara.
Post-work Fraud: Anda diminta membayar sejumlah uang ke platform perusahaan setelah diterima kerja dengan alasan "biaya administrasi".