Waspada Virus Nipah! Dokter Ingatkan Ancaman Penyakit Mematikan dari Hewan

Kamis 05-02-2026,11:30 WIB
Reporter : Annisa Latifah
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID - Virus Nipah kembali menjadi sorotan dunia kesehatan. Penyakit zoonosis ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi dan hingga kini belum memiliki obat maupun vaksin khusus.

Hal tersebut disampaikan dalam tayangan edukasi kesehatan di kanal YouTube Dr. Fery TV, yang membahas secara mendalam mengenai bahaya virus Nipah, cara penularan, hingga langkah pencegahan yang perlu diketahui masyarakat.

Dalam penjelasannya, dr. Fery menyebutkan bahwa virus Nipah pertama kali ditemukan pada akhir 1990-an di Malaysia.

BACA JUGA:Awas, Nyawa Taruhannya! Tidur Setelah Subuh Picu Risiko Serangan Jantung dan Lemak Darah

BACA JUGA:Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Tanda Masalah Pembuluh Darah yang Terlihat di Kulit

Virus ini berasal dari hewan, khususnya kelelawar buah, yang menjadi pembawa alami tanpa menunjukkan gejala sakit.

Dari kelelawar, virus dapat menular ke hewan ternak seperti babi, lalu berpindah ke manusia. Proses inilah yang membuat virus Nipah digolongkan sebagai penyakit zoonosis berbahaya.

Tingkat Kematian Sangat Tinggi

Melalui kanal YouTube Dr. Fery TV, dijelaskan bahwa virus Nipah memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Artinya, dari sepuluh orang yang terinfeksi, sebagian besar berisiko mengalami kondisi fatal.

Hingga saat ini, penanganan medis terhadap virus Nipah masih bersifat suportif, yakni meredakan gejala dan menjaga fungsi organ tubuh tetap stabil.

BACA JUGA:Resep Ultimate Kunyit dr. Zaidul Akbar: Solusi Alami untuk Memperbaiki Siklus Menstruasi

BACA JUGA:Dihisap dari Dalam: Mengapa Berteman dengan Orang NPD adalah Ancaman bagi Kewarasan Anda Menurut Freud

Cara Penularan Virus Nipah

Dr. Fery menjelaskan bahwa penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa cara. Salah satunya adalah kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, baik melalui air liur, urin, maupun kotoran.

Selain itu, virus ini juga dapat menyebar melalui konsumsi buah atau minuman yang terkontaminasi, seperti buah yang telah digigit kelelawar atau jus nira mentah.

Kategori :