Performa AI: Otak di Balik Perangkat
BACA JUGA:Tecno 2026: Melampaui Batas Pintar dengan Full-Auto AI Integration
Inilah medan tempur sesungguhnya. Samsung mengandalkan Snapdragon 8 Elite (atau Exynos terbaru di beberapa wilayah) yang dioptimalkan untuk Galaxy AI. Fitur seperti penerjemahan suara instan dua arah saat telepon kini makin lancar tanpa jeda.
Namun, Apple punya kartu as bernama A19 Pro Bionic. Chip ini dirancang khusus untuk menjalankan Apple Intelligence yang lebih privat.
Keunggulan Apple adalah integrasi perangkat lunak dan perangkat keras yang sangat rapat. Siri kini bukan lagi sekadar asisten suara yang sering salah paham, melainkan asisten pribadi yang benar-benar memahami konteks hidup Anda di dalam ekosistem Apple.
Kamera: Megapiksel vs Pemrosesan Gambar
Samsung masih memimpin di sektor "angka" dengan sensor 200MP yang ditingkatkan. Kemampuan Space Zoom 100x pada S26 Ultra kini lebih stabil berkat bantuan AI yang mampu "menambal" detail foto yang buram saat dizoom maksimal.
Ini adalah ponsel terbaik untuk Anda yang suka memotret konser atau pemandangan jarak jauh.
iPhone 17 Pro, meski tidak mengejar angka megapiksel setinggi Samsung, tetap menjadi pemenang di sektor Video.
Rekaman video ProRes 4K di iPhone masih belum bisa ditandingi oleh merek manapun dalam hal stabilisasi dan dynamic range. Bagi Anda yang ingin menjadi content creator hanya dengan satu perangkat, iPhone tetap menjadi pilihan nomor satu.
Daya Tahan dan Harga Jual
Samsung sangat unggul dalam hal kecepatan pengisian daya. Di saat Samsung sudah bisa mengisi penuh baterai dalam waktu sekitar 45 menit, Apple masih bertahan dengan kecepatan yang lebih lambat demi alasan kesehatan baterai jangka panjang.
Namun, satu hal yang tak bisa dibantah adalah harga jual kembali (resale value).
Jika Anda tipe orang yang suka berganti HP setiap satu atau dua tahun, iPhone 17 Pro akan menyelamatkan dompet Anda karena harganya jauh lebih stabil dibandingkan Samsung yang biasanya mengalami depresiasi harga lebih cepat.
Pilih yang Mana?