Shalat malam ini adalah kesempatan emas untuk menggugurkan dosa-dosa yang telah lalu. Jangan lupakan shalat Witir sebagai penutup ibadah malam Anda agar catatan amal hari itu berakhir dengan indah.
4. Sedekah Subuh dan Berbagi Iftar
Kedermawanan Rasulullah SAW di bulan Ramadan diibaratkan seperti angin yang berhembus kencang. Di tahun 2026, kemudahan teknologi finansial memungkinkan kita bersedekah hanya dengan beberapa ketukan di layar ponsel.
BACA JUGA:Manajemen Waktu Ramadhan: Cara Menyeimbangkan Ibadah, Pekerjaan, dan Istirahat
Cobalah konsisten melakukan "Sedekah Subuh" meski dalam jumlah kecil. Selain itu, memberi makan orang yang berbuka puasa (iftar) memiliki pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
5. Menjaga Lisan dan "Digital Fasting"
Puasa bukan hanya soal perut, tapi juga soal lisan dan jempol kita. Di era media sosial 2026, ghibah (menggunjing) dan menebar kebencian bisa terjadi dengan sangat mudah melalui komentar atau share konten.
Amalan utama tahun ini adalah melakukan digital fasting—membatasi waktu di media sosial yang tidak bermanfaat dan menggantinya dengan dzikir atau mendengarkan kajian bermanfaat.
6. Mengejar Malam Lailatul Qadar
Sepuluh malam terakhir adalah fase "grand final" Ramadan. Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya dan membangunkan keluarganya untuk beribadah lebih giat. Fokuslah pada malam-malam ganjil di akhir Maret 2026 nanti.
Amalan di malam ini lebih baik dari seribu bulan. Perbanyaklah doa: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku).
7. Itikaf dan Muhasabah Diri
Jika memungkinkan, lakukanlah itikaf atau berdiam diri di masjid dengan niat ibadah. Jika kendala pekerjaan menghalangi, lakukanlah muhasabah (evaluasi diri) di rumah pada sepertiga malam terakhir.
Renungkan apa saja pencapaian spiritual yang telah diraih dan apa yang harus diperbaiki setelah Ramadan usai. Ibadah ini penting agar kita tidak keluar dari Ramadan sebagai orang yang merugi.
Ramadan 2026 adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui kembali di tahun berikutnya. Dengan menjalankan ketujuh amalan di atas secara konsisten, insya Allah kita tidak hanya mendapatkan rasa lapar, tetapi juga transformasi jiwa yang lebih bertakwa. Mari persiapkan fisik dan mental dari sekarang agar kita bisa menyambut bulan suci dengan senyuman dan hati yang lapang.