Ramadan: Momentum Emas untuk Memperbaiki Hubungan dengan Sang Pencipta

Sabtu 14-02-2026,10:30 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

Memperbaiki hubungan berarti memperbaiki komunikasi, dan Al-Qur'an adalah saluran komunikasi terbaik untuk memahami apa yang Tuhan inginkan dari kita.

3. Taubat: Membasuh Debu di Cermin Hati

Hubungan yang rusak seringkali disebabkan oleh tumpukan kesalahan dan dosa yang tidak disadari. Dosa ibarat debu yang menutupi cermin hati, sehingga cahaya Tuhan sulit masuk ke dalamnya. Ramadan hadir dengan predikat Maghfirah (ampunan). Ini adalah waktu di mana pintu taubat dibuka selebar-lebarnya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang berpuasa dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Momen ini harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah).

Dengan bersujud di keheningan malam, mengakui segala khilaf, dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, kita sedang merajut kembali tali hubungan yang sempat terputus dengan Allah.

4. Manifestasi Ketakwaan dalam Keseharian

Tujuan akhir dari bulan Ramadan adalah mencapai derajat Taqwa. Ketakwaan bukan hanya soal ritual di dalam masjid, melainkan bagaimana kesadaran akan kehadiran Tuhan (God-consciousness) terbawa dalam setiap langkah kaki kita.

Jika selama Ramadan kita mampu menahan diri dari hal yang halal (makan dan minum) demi perintah Allah, seharusnya kita jauh lebih mampu menahan diri dari hal yang haram (berbohong, mengambil hak orang lain, atau sombong) di luar Ramadan.

Memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta berarti menyelaraskan kehendak kita dengan kehendak-Nya. Ketika kita mencintai Allah, kita akan mencintai apa yang Dia cintai dan membenci apa yang Dia benci.

BACA JUGA:Menjemput Kedamaian yang Tak Berujung: Seni Berburu Malam Lailatul Qadar

BACA JUGA:Ramadhan Reset: Mengapa 30 Hari Puasa Adalah Tombol 'Restart' Terbaik untuk Tubuhmu

Kategori :