RADARTASIKTV.ID- Banyak orang merasa panik saat menerima hasil rontgen dada yang menunjukkan keterangan "jantung bengkak". Istilah ini sering kali dianggap sebagai sebuah penyakit mematikan yang berdiri sendiri.
Namun, secara medis, jantung bengkak atau kardiomegali sebenarnya adalah sebuah temuan atau tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kondisi kesehatan jantung seseorang.
Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu jantung bengkak, mengapa hal itu bisa terjadi, dan bagaimana langkah penanganan yang tepat menurut penjelasan medis.
Apa Itu Jantung Bengkak?
Secara teknis, kardiomegali adalah kondisi di mana ukuran jantung lebih besar dari ukuran normalnya. Dalam pemeriksaan rontgen dada, dokter akan membandingkan diameter jantung dengan lebar rongga dada.
Jika ukuran jantung melebihi 50% dari lebar rongga dada, maka kondisi tersebut dikategorikan sebagai jantung bengkak.
Penting untuk dipahami bahwa jantung bengkak bukan hanya soal ukuran.
Pembengkakan ini bisa terjadi karena dua hal:pertama, hipertrofi, yaitu penebalan otot jantung akibat beban kerja yang terlalu berat; kedua, dilatasi, yaitu pelebaran rongga jantung karena otot yang melemah dan melar.
BACA JUGA:Waspada! 9 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Bisa Terlihat dari Kulit, Banyak Orang Tak Menyadarinya
Mengapa Jantung Bisa Membengkak?
Jantung adalah otot yang berfungsi sebagai pompa. Layaknya otot pada atlet binaraga yang membesar karena sering mengangkat beban berat, otot jantung juga akan membesar jika dipaksa bekerja ekstra keras secara terus-menerus.
Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi): Ini adalah penyebab paling umum. Saat tekanan darah tinggi, jantung harus memompa lebih kuat untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, otot jantung menebal dan lama-kelamaan ukurannya membesar.
Penyakit Jantung Koroner (PJK): Adanya sumbatan pada pembuluh darah menyebabkan aliran oksigen ke otot jantung terhambat. Hal ini merusak jaringan otot, membuatnya menipis, melemah, dan akhirnya melar (membengkak).