Banyak yang berpikir bahwa untuk mengejar Lailatul Qadar harus melakukan banyak hal sekaligus. Baca Qur’an panjang, zikir terus, doa panjang.
Semua itu baik. Tapi ada satu amalan yang justru diprioritaskan oleh Nabi.
Salat.
Kenapa salat?
Karena salat itu mencakup semuanya. Di dalamnya ada zikir, ada doa, ada istigfar, ada bacaan Al-Qur’an. Semua terkumpul dalam satu ibadah.
Bahkan kalau hanya dua rakaat, tapi dilakukan dengan khusyuk dan penuh kesadaran, itu sudah sangat bernilai.
Jadi bukan soal banyaknya, tapi bagaimana kita benar-benar hadir di dalamnya.
BACA JUGA:Ramadan dan Syafaat Al-Qur’an: Kesempatan yang Sering Kita Lewatkan Tanpa Sadar
Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Juga Perbaikan Diri
Dalam hadis disebutkan bahwa siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Artinya, yang dinilai bukan hanya gerakan ibadahnya, tapi juga isi hatinya.
Iman yang yakin, ikhlas karena Allah, dan ada usaha untuk memperbaiki diri.
Doa yang Tidak Boleh Terlewat
Ada satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca di malam Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي