Marah tapi Nangis? Bukan Lemah, Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuhmu
marah dan menangis--Pinterest
Coba bayangkan seorang pelari maraton. Saat ia berlari kencang, tubuhnya berkeringat. Apakah itu tanda ia lemah? Tidak. Itu tanda tubuhnya bekerja keras dan berusaha menjaga suhu agar tidak terlalu panas.
Menangis saat marah bisa dipahami sebagai bentuk “keringat emosional”. Ketika konflik memanas, sistem saraf kita masuk ke kondisi siaga tinggi. Detak jantung naik, napas cepat, adrenalin meningkat. Jika dibiarkan terus, tubuh bisa terasa seperti akan meledak.
Untuk mencegah itu, otak mengaktifkan sistem saraf penenang. Detak jantung mulai diturunkan, tubuh mencoba menstabilkan diri. Efek sampingnya? Air mata.
Bahkan secara evolusi, air mata manusia mengandung sinyal kimia yang dapat menurunkan agresi lawan. Artinya, tubuhmu tidak sedang mengkhianatimu. Ia sedang berusaha meredakan konflik dan melindungimu, seperti bodyguard kuno yang terlalu protektif.
Jadi sebelum merasa malu, ingat satu hal: tubuhmu sedang mencoba menyelamatkanmu, bukan mempermalukanmu.
BACA JUGA:Gigi Bungsu Tumbuh Bikin Nyeri? Kenali Ciri-Ciri dan Kapan Harus Dicabut Menurut drg. Bonifasius
BACA JUGA:Daun Katuk Benar Bisa Melancarkan ASI? Ini Penjelasan dr. Ines yang Perlu Ibu Menyusui Tahu
Cara Mengatasi Nangis Saat Marah
Meski begitu, wajar kalau kamu tetap ingin bisa mengendalikan situasi. Berikut beberapa teknik sederhana yang bisa kamu coba.
1. Look Up Hack
Saat mata mulai terasa panas dan berair, angkat dagu sedikit dan arahkan pandangan ke atas. Melihat ke atas membantu menahan air mata secara fisiologis dan memberi sinyal ke otak bahwa kamu masih waspada dan terkendali.
Teknik ini sederhana, tapi sering efektif jika dilakukan di awal sebelum tangisan pecah.
2. Math Hack
Coba hitung mundur dengan angka yang cukup sulit, misalnya 100 dikurangi 7 terus-menerus. 100, 93, 86, 79, dan seterusnya.
Bagian otak yang memproses emosi dan bagian yang memproses logika saling berbagi sumber daya. Saat kamu memaksa otak berpikir logis, intensitas emosi akan sedikit menurun. Cara ini membantu mengalihkan fokus dari badai di dalam kepala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: