Ustadz Adi Hidayat Ungkap Hikmah Terbesar Ramadan: Mengembalikan Misi Istimewa Penciptaan Manusia
By Pdm Depok--
RADARTASIKTV.ID- Bulan Ramadan sering kali dipandang secara sempit hanya sebagai ritual menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Namun, dalam khutbah Jumat yang penuh makna, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menegaskan bahwa esensi Ramadhan jauh lebih dalam dari sekadar perpindahan jam makan.
Ramadan adalah momentum besar untuk mengembalikan manusia pada "setelan pabrik" atau misi istimewa penciptaannya.
BACA JUGA:Panduan Nutrisi Puasa 2026: Jenis Makanan yang Wajib Ada di Meja Makan Agar Stamina Tak Loyo
Misi yang Melampaui Malaikat dan Jin
Ustadz Adi Hidayat mengawali penjelasannya dengan merujuk pada Al-Qur’an Surah Al-Hijr ayat 28-29.
Beliau menekankan bahwa manusia diciptakan dengan misi yang sangat istimewa, sebuah risalah kehidupan yang bahkan tidak dibebankan kepada malaikat maupun jin.
Saking pentingnya misi ini, Allah memerintahkan mahluk-mahluk lain untuk menyaksikan langsung proses penciptaan manusia.
“Kita diciptakan bukan sekadar untuk tampil secara fisik, tapi membawa tugas besar sebagai khalifah,” ujar UAH.
Untuk menyukseskan misi tersebut, Allah membekali setiap manusia dengan tiga perangkat utama yang harus dijaga keseimbangannya: fisik yang sempurna, akal yang tajam, dan ruh yang suci.
Ramadan sebagai Madrasah Tiga Dimensi
Setelah 11 bulan menjalani aktivitas duniawi yang sering kali melelahkan dan mengaburkan fokus, manusia cenderung mengalami penurunan kualitas pada ketiga perangkat tersebut.
Di sinilah Ramadan hadir sebagai sebuah "Madrasah" atau pusat pendidikan tahunan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: