Ramadan Bukan Cuma Soal Lapar! Ini Cara Memaknainya Agar Hidup Ikut Berubah
Ilustrasi--Pinterest
RADARTASIKTV. ID - Ramadan sebentar lagi datang. Biasanya yang pertama terlintas di kepala kita apa? Sahur, takjil, buka puasa, lapar, haus, jam kerja yang terasa lebih panjang, dan hitung mundur azan magrib.
Tapi pernah nggak sih kita berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya Ramadan itu tentang apa?
Menurut Ustaz Felix Siauw, ada satu fakta menarik yang jarang kita sadari.
BACA JUGA:Ramadan Sebentar Lagi! Jangan Sampai Rugi karena Salah Mengelola Waktu
BACA JUGA:Bukan Sekadar Menahan Lapar: Panduan dr. Zaidul Akbar Agar Puasa Jadi Obat Penyakit Kronis
Kata “Ramadan” dalam Al-Qur’an hanya disebut satu kali. Dan ketika disebut, ia tidak dilekatkan dengan puasa, melainkan dengan Al-Qur’an.
Al-Baqarah ayat 185: “Syahru Ramadan alladzi unzila fihil Qur’an, …”.
Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an.
Bukan bulan lapar. Bukan bulan haus. Bukan sekadar bulan menahan diri.
Lalu, kenapa selama ini yang paling kita rasakan justru capeknya?
Ramadan dan Identitas Kita
Kalau Ramadan adalah bulan Al-Qur’an, artinya fokus utamanya ada pada petunjuk hidup. Al-Qur’an disebut sebagai huda linnas, petunjuk bagi manusia. Tanpa Al-Qur’an, kita sebenarnya tidak punya arah yang jelas.
Identitas sebagai Muslim, nilai benar dan salah, cara memandang hidup, semua dibentuk oleh Al-Qur’an. Maka wajar kalau kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an sangat memengaruhi kualitas hidupnya.
Masalahnya, banyak dari kita merasa Al-Qur’an itu jauh. Terasa berat. Terasa hanya untuk orang yang sudah saleh, yang hafal banyak surah, atau yang paham bahasa Arab.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: