Curah Hujan Tinggi dan Sampah Disebut Jadi Pemicu Banjir di Kota Tasik, Debit Air Sungai Jadi Meningkat

Curah Hujan Tinggi dan Sampah Disebut Jadi Pemicu Banjir di Kota Tasik, Debit Air Sungai Jadi Meningkat

Curah Hujan Tinggi Dan Sampah Jadi Pemicu Banjir, Debit Air Sungai Meningkat Drastis Hingga Meluap--

RADARTASIKTV.ID - Banjir dan genangan air kembali melanda sejumlah ruas jalan utama di Kota Tasikmalaya akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah tersebut.

Intensitas hujan yang tercatat hampir 103 milimeter telah masuk kategori bencana, jauh di atas ambang batas kewaspadaan yang ditetapkan sebesar 70 milimeter. Kondisi ini menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke jalan dan permukiman warga.

Sebagai tindak lanjut pascakejadian, dinas putr kota tasikmalaya melakukan susur aliran sungai pada sabtu siang, untuk mengidentifikasi penyebab luapan air serta titik-titik rawan genangan. 

Kabid SDA Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, menuturkan, selain faktor hujan ekstrem, rino menegaskan bahwa tumpukan sampah dan sedimentasi di saluran air menjadi penyebab utama yang memperparah genangan. 

Sampah rumah tangga yang terbawa arus menyumbat aliran sungai dan drainase, sehingga kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air yang meningkat. Masalah menjadi semakin kompleks akibat keberadaan utilitas milik PLN dan PDAM yang melintas di saluran air.

Utilitas tersebut menjadi titik sangkut sampah, menyebabkan penyumbatan semakin parah dan mempercepat terjadinya genangan.

BACA JUGA:Malam Tahun Baru di Kota Tasik Digelar Sederhana, Empati Bagi Masyarakat Terdampak Bencana Alam

BACA JUGA:BNN Ciamis Rehabilitasi 41 Penyalahguna Narkotika, Para Tersangka Dapat Narkotika Dari Bogor, Depok dan Bekasi

Sebagai langkah penanganan, dinas putr menurunkan sejumlah tim untuk membersihkan potensi sumbatan sampah di saluran air.

Fokus utama pembersihan diarahkan ke Jalan KHZ Mustofa dan jalan Sutisna Senjaya, dua lokasi yang teridentifikasi mengalami luapan akibat penumpukan sampah.

Selain itu, tim juga disebar ke sejumlah titik rawan lain, di antaranya kawasan Sutisna Senjaya (SUTSEN), Jalan Mohammad Hatta, Kalangsari, Kawasan Universitas Siliwangi (UNSIL), Padayungan, SL Tobing, Paseh, hingga Buni Nagara.

BACA JUGA:Seorang Siswi SD Asal Taraju Tewas Tenggelam di Sungai, Korban Diduga Terseret Air Saat Berenang

BACA JUGA:Kapolres Sebut Satres Narkoba Sumbang Perkara Terbanyak, Jadi Bahan Evaluasi dan Cari Solusi Terbaik

“Hampir semua saluran sungai dan irigasi kemarin itu penuh. Di beberapa titik, permukaan air sungai sudah hampir sejajar dengan badan jalan. Kontribusi sampah dan sedimentasi sangat berpengaruh. Ketika debit air naik, aliran yang tersumbat ini langsung memicu luapan. Yang menjadi rumit itu ada utilitas milik PLN dan PDAM. Di titik-titik itu, sampah mudah menyangkut dan akhirnya menghambat aliran air. Kita sebar tim ke beberapa lokasi. Tidak semua ditangani di satu titik. Yang pasti kita siaga. Setiap ada hujan dengan intensitas tinggi, tim akan langsung turun ke lapangan untuk mengantisipasi sumbatan,” ujar Rino.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait