Kota Tasik “Dikepung” Padel, Perizinan Jadi Sorotan, Mayoritas Belum Kantongi Sertifikat Laik Fungsi

Kota Tasik “Dikepung” Padel, Perizinan Jadi Sorotan, Mayoritas Belum Kantongi Sertifikat Laik Fungsi

Kota Tasik “Dikepung” Padel, Perizinan Jadi Sorotan, Mayoritas Belum Kantongi Sertifikat Laik Fungsi--

RADARTASIKTV.ID - Kota Tasikmalaya sedang demam olahraga kekinian yakni padel. olahraga yang setengah mirip tenis, setengah lagi mirip bulu tangkis, sisanya mirip tren.

Lapangan padel tumbuh seperti jamur di musim hujan. Namun masalahnya setelah dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) keliling mengecek satu per satu, hampir semua lapang padel belum punya SLF, atau sertifikat laik fungsi.

Kepada Radar ID, Andri Ikbal, penata perizinan ahli madya mengatakan,  awalnya ada 10 lapang padel. Namun setelah dicek lagi, ternyata bertambah jadi 11.

BACA JUGA:Estafet Kepemimpinan Polres Tasikmalaya Kota Resmi Berganti, AKBP Andi Purwanto Gantikan AKBP Moch Faruk Rozi

BACA JUGA:Fenomena Jasa Sewa Pacar di Medsos Resahkan Warga Kota Banjar, Dinsos P3A Gandeng Polisi dan Satpol PP

Namun jangan khawatir, beberapa sudah punya izin lain. Salah satunya diklaim oleh pihak lapang padel well, yang berada di Jalan Siliwangi, Kota Tasikmalaya.

 

Manager padel well, Muhammad Fahreza menuturkan, minat masyarakat Kota Tasikmalaya terhadap olahraga padel sangat tinggi. Ia menyebut, sejak dibuka tanggal 18 desember 2025, lapangan padel di tempatnya nyaris tak pernah sepi. Bahkan ada yang sengaja datang dari luar Kota, seperti dari Bandung hingga Jakarta.

 

Di tempatnya, ada empat lapangan padel, mulai buka dari setengah enam pagi hingga jam sebelas malam. Jika ada turnamen bisa sampai jam dua belas malam.

BACA JUGA:Pindah Lokasi, Layanan Disdukcapil Dipastikan Tetap Normal, 400 Pemohon Datangi Kantor Baru Dalam Dua Hari

BACA JUGA:Dinilai Terlalu Lama Menjabat, Bupati Tasikmalaya Ganti Sekda, Tegaskan Evaluasi Ketat Terhadap Tim

Sementara untuk sewa lapang dihargai dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah per jam, sewa raket tiga puluh ribu, serta tujuh puluh lima ribu untuk membeli tiga bola.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait