Kisah Pilu Nenek 77 Tahun Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Ketua Komisi III Dorong Pemkot Bantu Perbaikan

Kisah Pilu Nenek 77 Tahun Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Ketua Komisi III Dorong Pemkot Bantu Perbaikan

Kisah Pilu Nenek 77 Tahun Tinggal Di Rumah Reyot, Ketua Komisi III Dorong Pemkot Bantu Perbaikan--

RADARTASIKTV.ID - Beginilah kondisi rumah Edah, seorang nenek berusia 77 tahun, warga RT 5 RW 9, Kampung Cibodas, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Rumah yang ditinggali Mak Edah jauh dari kata layak huni.

Seluruh konstruksi bangunan yang terbuat dari kayu sudah lapuk, dinding dan atap bilik terlihat jebol, serta bagian depan rumah ambruk. Kasur tempat beristirahat pun sangat memprihatinkan.

Kondisi ini telah di alaminya selama bertahun tahun. Mak Edah hidup seorang diri setelah ditinggal oleh suaminya yang meninggal dunia.

Untuk bertahan hidup, sehari hari Mak Edah terpaksa harus mengumpulkan rongsok dan botol bekas, yang dijual dalam jumlah terbatas.

Ketua RT 5 Kampung Cibodas, Aep Saepudin, menuturkan, kondisi rumah Mak Edah sudah sangat membahayakan. Aep mengaku di wilayahnya, terdapat setidaknya 4 rumah dengan kondisi serupa.

BACA JUGA:Sering Pilek dan Bersin di Pagi Hari? Belum Tentu Flu, Ini Penjelasan Dokter

BACA JUGA:Simbol Status Kaum Elit: Tesla Model S dan Alasan Mengapa Ia Tetap Menjadi Raja Sedan Listrik Mewah 2026

"Kondisinya seperti ini, sudah lapuk. Saya tahu dari orang lain, rumah Mak Edah mau roboh, saya segera kesini. Belum menhajukan rutilahu, baru mau mengajukan. Harapan saya supaya bisa ditinggali, layak huni. Sehari-hari Mak Edah ngumpulin rongsok, bekas botol minum, lalu dijual, itu juga tidak banyak, paling 2 kilo. Dirumahnya sekali kali dengan cucunya. Mak Edah kemarin sudah saya ungsikan ke kerabatnya, alhamdulillah diterima. Kemarin sudah ada bantuan dari BPBD, serta LSM Sajalur, berupa sembako sama alat dapur. Alhamdulillah kedatangan Pak Dewan, mudah- mudahan secepatnya rumah Mak Edah direnovasi. Insyaalah kami bantu dengan warga setempat untuk gotong-royong," ujar Aep. 

Kondisi ini mendapat perhatian Ketua Komisi III DPRD, Anang Sapaat, yang turun langsung ke lokasi. Ia membenarkan bahwa kondisi rumah Mak Edah sangat memprihatinkan.

Anang mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk segera memperbaiki rumah Mak Edah melalui bantuan rumah tidak layak huni atau Rutilhu.

BACA JUGA:Paling Mengerti Patah Hati: Membedah Kedalaman Lirik Lagu Galau Khas Indonesia Timur

BACA JUGA:Serasa di First Class Pesawat! Menjelajahi Kabin Denza D9, Mobil Listrik Mewah Hasil Kolaborasi Mercedes-Benz

"Jadi mohon ke Pemerintah Teknis secara Rutilahu atau RTLH segera untuk memposisikan rumah ini diperbaiki. Perwaskim, PUTR harus segera bergerak bahwa tidak bisa dilama-lama, harus segera diperbaiki dan programnya sudah ada Rutilahu," ujar Anang.

Anang juga mengimbau agar perangkat wilayah mulai dari RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan, lebih peka terhadap kondisi warganya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: