Dari Kaku ke Lincah, Bagaimana Stretching Tingkatkan Fleksibilitas dan Kurangi Stres

Dari Kaku ke Lincah, Bagaimana Stretching Tingkatkan Fleksibilitas dan Kurangi Stres

Dari Kaku ke Lincah, Bagaimana Stretching Tingkatkan Fleksibilitas dan Kurangi Stres- Photo by freepik.com--

RADARTASIKTV.ID- Di tengah gaya hidup serba cepat dan banyak duduk, tubuh sering terasa kaku, mudah pegal, dan pikiran pun lebih cepat lelah. Stretching atau peregangan sederhana sebenarnya bisa menjadi “rem tangan” yang membantu tubuh kembali rileks dan lincah. Dengan beberapa menit regangan setiap hari, otot menjadi lebih lentur, sendi lebih bebas bergerak, dan beban pikiran terasa berkurang.

BACA JUGA:Perumdam Tirta Anom Targetkan 2.700 SR Aktif Kembali, Pelanggan Cukup Bayar Tagihan 3 Bulan Terakhir

BACA JUGA:UPTD PPA Sosialisasi Stop Perundungan di SDN Ancol, Ajarkan Siswa Berani Bicara dan Melapor

Mengenal Stretching

Stretching bukan hanya milik atlet atau orang yang rutin berolahraga. Siapa pun yang duduk lama di depan komputer, sering mengangkat beban, atau sekadar merasa kaku saat bangun tidur akan merasakan manfaat besar dari kebiasaan peregangan. Tubuh yang lentur mempermudah aktivitas sehari-hari, mulai dari membungkuk mengambil barang hingga naik tangga tanpa rasa tidak nyaman.

Meningkatkan Fleksibilitas

Salah satu manfaat utama stretching adalah meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak. Saat otot diregangkan secara teratur, serabut otot menjadi lebih elastis sehingga gerakan terasa lebih luas dan halus. Fleksibilitas yang baik membuat tubuh tidak cepat “kaget” ketika harus melakukan gerakan tiba-tiba, misalnya saat mengejar kendaraan atau menghindar dari halangan. Dalam jangka panjang, hal ini membantu menurunkan risiko gangguan gerak akibat penuaan.

Memperbaiki Postur

Selain itu, peningkatan fleksibilitas membantu memperbaiki postur. Banyak orang mengalami bahu membungkuk, punggung melengkung, dan leher tegang karena terlalu lama menunduk menatap gawai. Stretching pada otot dada, bahu, dan punggung atas membantu mengembalikan posisi tubuh ke garis yang lebih ideal. Dengan postur yang lebih tegak, napas menjadi lebih lega, tampilan lebih percaya diri, dan rasa nyeri di leher atau punggung bisa berkurang.

BACA JUGA:Rugikan Negara Hingga Rp 8,7 Miliar, 5,5 Juta Batang Rokok Ilegal Hasil Penindakan Dimusnahkan

BACA JUGA:Jumlah Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya Capai Puluhan Ribu, Pemkab Validasi Data Melibatkan 351 Desa

Menjaga Kesehatan Sendi

Stretching juga berperan penting dalam menjaga kesehatan sendi. Saat otot di sekitar sendi lentur, sendi dapat bergerak dengan lebih bebas dan stabil. Ini membuat aktivitas seperti jongkok, memutar badan, atau mengangkat barang terasa lebih ringan. Peregangan yang teratur membantu menjaga sendi tetap “terlumasi” melalui aliran cairan sendi yang lebih baik, sehingga mengurangi rasa kaku terutama pada orang yang jarang bergerak.

Menenangkan Sistem Saraf

Di sisi lain, stretching memiliki efek menenangkan pada sistem saraf. Saat melakukan peregangan dengan napas pelan dan teratur, tubuh mengaktifkan respons relaksasi yang menurunkan ketegangan fisik. Otot yang tadinya menegang karena stres perlahan melembut, sehingga sinyal “tegang dan siaga” di otak ikut mereda. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa lebih tenang dan ringan setelah melakukan beberapa gerakan stretching sederhana.

Mengalihkan Fokus dan Pikiran

Ritme napas yang teratur saat stretching membantu mengalihkan fokus dari pikiran yang penuh kekhawatiran ke sensasi tubuh. Perhatian yang tertuju pada tarikan otot, hembusan napas, dan rasa hangat di sendi membuat stretching mirip dengan meditasi ringan. Kombinasi gerak dan napas ini membantu menurunkan tingkat stres, memperbaiki suasana hati, dan bahkan membantu tidur lebih nyenyak pada malam hari.

BACA JUGA:PLN Launching Program TJSL di Kampung Adat Kuta, Berikan Sanitasi Air Bersih Hingga Listrik Gratis

BACA JUGA:Pemkab Tasikmalaya Gelar Bimtek Koperasi Desa Merah Putih, Targetkan Turunkan Stunting dan Perkuat Ekonomi

Lakukan Secara Konsisten

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, stretching sebaiknya dilakukan secara konsisten, bukan hanya sesekali. Tidak perlu lama; 5–10 menit di pagi hari, setelah duduk lama, atau sebelum tidur sudah cukup untuk membuat perbedaan. Fokuslah pada area yang sering kaku, seperti leher, bahu, punggung bawah, pinggul, dan betis. Tahan setiap posisi 15–30 detik sambil bernapas tenang, tanpa memantul atau memaksa hingga terasa nyeri tajam.

Bedakan Stretching Sebelum dan Sesudah

Penting juga untuk membedakan stretching sebelum dan sesudah aktivitas fisik. Sebelum olahraga, gerakan peregangan dinamis yang melibatkan pergerakan aktif lebih dianjurkan untuk menyiapkan otot dan meningkatkan aliran darah. Setelah olahraga, barulah stretching statis dengan menahan posisi lebih lama dilakukan untuk membantu otot kembali rileks dan mengurangi rasa kaku di kemudian hari. Pendekatan ini membantu tubuh beradaptasi dengan beban latihan tanpa mudah cedera.

Pada akhirnya, stretching adalah bentuk perhatian kecil pada tubuh yang dampaknya sangat besar. Dari tubuh yang semula kaku dan mudah pegal, perlahan menjadi lebih luwes, kuat, dan nyaman digerakkan. Ditambah efek menenangkan bagi pikiran, kebiasaan peregangan bisa menjadi jeda singkat yang menghubungkan kembali seseorang dengan tubuhnya sendiri. Dengan meluangkan beberapa menit setiap hari untuk stretching, langkah dari kaku ke lincah bukan lagi sekadar slogan, tetapi perubahan nyata yang bisa dirasakan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: