Krisis Usia 40? Raditya Dika Punya 4 Solusi Tak Terduga Agar Hidup Tak Terasa Berat"

Krisis Usia 40? Raditya Dika Punya 4 Solusi Tak Terduga Agar Hidup Tak Terasa Berat

Krisis Usia 40? Raditya Dika Punya 4 Solusi Tak Terduga Agar Hidup Tak Terasa Berat, sumber Poto : kompas. Com--

RADARTASIKTV.ID- Memasuki usia 40 sering kali identik dengan beban tanggung jawab yang memuncak, namun Raditya Dika punya cara berbeda untuk menghadapinya. Alih-alih tenggelam dalam keseriusan, ia justru menawarkan solusi 'tak terduga' mulai dari keberanian untuk tetap bermain hingga seni menerima kritik sebagai ruang tumbuh.

1. Belajar untuk bilang iya ke hal-hal yang kita bilang tidak

Pelajaran ini merupakan salah satu yang paling menarik dari Raditya Dika, karena seolah berlawanan dengan saran populer yang biasanya meminta kita untuk "belajar berkata tidak".

Di usia 40 tahun, Raditya justru menyarankan untuk sesekali mengatakan "IYA" pada hal-hal yang biasanya kita tolak. Berikut adalah alasan dan sebab di balik pemikiran tersebut:

BACA JUGA:Santri Cipasung Unjuk Gigi di Bidang Robotik dan AI, Wapres Dorong Literasi Digital Jadi Kurikulum Pesantren

BACA JUGA:Musrenbang RKPD 2027 Tingkat Kelurahan Tuguraja, Pemeliharaan Drainase dan Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas

A. Keluar dari Zona Nyaman yang Terlalu Kaku

Di usia 40, seseorang biasanya sudah memiliki rutinitas yang sangat tetap dan zona nyaman yang kuat. Kita cenderung menolak hal baru karena merasa "sudah tahu apa yang kita suka". Raditya berpendapat bahwa dengan mengatakan "iya" pada hal yang biasanya ditolak, kita dipaksa keluar dari kekakuan tersebut agar hidup tidak stagnan.

B. Menemukan Kejutan dalam Hidup

Raditya merasa bahwa jika kita terus-menerus melakukan hal yang sama, hidup akan terasa berlalu begitu cepat tanpa ada memori yang menonjol. Mengatakan "iya" pada ajakan atau kesempatan yang biasanya kita hindari memberikan peluang untuk terjadinya serendipitas—kejadian menyenangkan yang tidak terduga.

C. Melawan Bias dan Prasangka Diri

Seringkali kita bilang "tidak" karena kita merasa tidak akan suka, padahal kita belum mencobanya. Raditya menekankan pentingnya menjadi "pemula" lagi. Dengan mencoba hal yang biasanya kita hindari (misalnya mencoba hobi baru, makanan baru, atau genre film baru), kita menantang prasangka kita sendiri dan memperluas cakrawala berpikir.

BACA JUGA:Bukan Sekedar cepat: Menguak Rahasia Logika Miftahul Ulum Sidogiri Dalam Membedah Nahwu-Shorof

BACA JUGA:Bukan Sekedar cepat: Menguak Rahasia Logika Miftahul Ulum Sidogiri Dalam Membedah Nahwu-Shorof

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait