Menakar Ulang Urgensi Pendidikan Agama Di Tengah Arus Sekularisme Global
By Sekolah Utsman--
RADARTASIKTV.ID - Dunia hari ini bergerak dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Didorong oleh algoritma, kecerdasan buatan, dan kompetisi ekonomi yang ketat,
masyarakat global tampak semakin bergeser ke arah sekularisme sebuah kondisi di mana urusan duniawi, material, dan rasional dipisahkan sepenuhnya dari nilai-nilai transendental atau keagamaan.
Di tengah hiruk-pukuk modernitas ini, muncul sebuah pertanyaan skeptis namun mendasar: Masihkah pendidikan agama memiliki ruang, atau ia hanya sekadar artefak masa lalu yang mulai usang?
Kompas di Tengah Badai Informasi
Sekularisme sering kali menawarkan efisiensi dan kebebasan individu, namun ia jarang memberikan jawaban atas pertanyaan eksistensial mengenai "makna" dan "tujuan hidup".
Di sinilah pendidikan agama menemukan relevansi pertamanya. Di era post-truth di mana informasi membanjir tanpa filter, manusia modern sering kali merasa tersesat secara mental.
BACA JUGA:Sabar, Lalu Belajar Menerima: Menyelami Kedalaman Iman Melalui Ujian
BACA JUGA:Mobil Listrik vs Bensin: Apakah Benar-Benar Sehemat yang Dikatakan Orang?
Pendidikan agama berperan sebagai kompas moral. Ia tidak hanya mengajarkan ritual formal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai absolut seperti kejujuran, kasih sayang, dan keadilan yang tidak bergantung pada tren pasar atau opini publik.
Ketika dunia hanya menghargai manusia berdasarkan produktivitasnya (apa yang mereka hasilkan), pendidikan agama mengingatkan bahwa setiap individu memiliki nilai intrinsik sebagai makhluk Tuhan.
Melawan Pendangkalan Karakter
Salah satu tantangan terbesar dunia sekuler adalah "pendangkalan karakter" akibat budaya instan. Pendidikan umum sering kali terjebak pada pengembangan hard skills demi memenuhi kebutuhan industri.
BACA JUGA:Kodim 0612/Tasikmalaya Gelar RAT ke-62, Hadrikan Semangat Adaptif dan Solutif
BACA JUGA:Perut Sering Kembung dan Begah? Waspadai 4 Kebiasaan Ini yang Diam-diam Mengganggu Pencernaan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: