Dokter Tirta Ungkap Bahaya Begadang: Dari Penurunan Imunitas Hingga Risiko Penyakit Serius
“Dokter Tirta Ungkap Bahaya Begadang: Dari Penurunan Imunitas Hingga Risiko Penyakit Serius”--
RADARTASIKTV.ID-kembali menjadi platform edukasi kesehatan penting setelah video berjudul “ BAHAYA BEGADANG UNTUK kesehatan (PERTANYAAN NETIZEN)” menjadi perbincangan di kalangan netizen.
Dalam video ini, narasumber kesehatan populer mengulas secara mendalam dampak begadang terhadap kesehatan tubuh manusia — terutama ketika dilakukan secara rutin dan tanpa kontrol waktu tidur yang cukup.
Bahaya Begadang: Lebih dari Sekadar Kantuk
Begadang atau kurang tidur merupakan kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang, baik pelajar, pekerja kantoran, maupun mereka yang aktif di tengah malam karena berbagai alasan — mulai dari menyelesaikan pekerjaan, bermain game, hingga menonton konten digital.
BACA JUGA:5 Pembelian “Bodoh” di Usia 20-an yang Bikin Nyesel di Tengah Tekanan Ekonomi
BACA JUGA:Otak Jadi Tumpul Akibat Medsos? dr. Lilir Amalini, Sp.N Ungkap Rahasia Memulihkan 'Brain Rot'
Video #suaratirta tersebut menjelaskan bahwa begadang bukan sekadar membuat seseorang mengantuk keesokan harinya, melainkan menimbulkan efek kesehatan serius yang tak boleh dianggap remeh.
Menurut data medis umum, kebiasaan begadang dapat menyebabkan tubuh bekerja di luar ritme biologis yang seharusnya, sehingga menimbulkan penurunan fungsi organ dan imunitas tubuh.
Tubuh yang kurang tidur cenderung mengalami gangguan kestabilan hormonal, metabolik, dan kekebalan — yang pada akhirnya berujung pada respons fisik negatif.
Dampak Kesehatan Fisik: Dari Imunitas Turun hingga Risiko Penyakit Kronis
Salah satu poin utama yang diangkat dalam video tersebut adalah penurunan sistem kekebalan tubuh akibat begadang terus-menerus.
Ketika tubuh tidak mendapatkan tidur yang cukup — umumnya dianjurkan 7 hingga 9 jam per malam oleh pakar kesehatan — sistem imun menjadi melemah dan rentan terhadap serangan penyakit.
Keslan Kemenkes
Lebih jauh lagi, kurang tidur yang sering terjadi dapat memperbesar risiko sejumlah kondisi kesehatan kronis seperti:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: