Jangan Terlambat! Dampak Buruk Radiasi dan Konten Digital bagi Otak Anak

Jangan Terlambat! Dampak Buruk Radiasi dan Konten Digital bagi Otak Anak

By Mamasewa.com--

RADARTASIKTV.ID - Di era digital saat ini, melihat anak kecil lihai menggeser layar smartphone sudah menjadi pemandangan biasa. Banyak orang tua merasa bangga ketika anaknya dianggap "pintar gadget" sejak dini.

Namun, di balik kemudahan dan hiburan yang ditawarkan, tersimpan ancaman nyata yang sering kali terlambat disadari. Memberikan HP pada anak di bawah umur bukan sekadar memberi mainan, melainkan memberikan akses langsung ke dunia yang bisa memengaruhi struktur otak mereka secara permanen.

Ancaman Fisik: Radiasi dan Cahaya Biru

Secara biologis, tengkorak anak-anak lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Hal ini membuat jaringan otak mereka lebih rentan menyerap radiasi elektromagnetik dari perangkat nirkabel.

BACA JUGA:Awas, Nyawa Taruhannya! Tidur Setelah Subuh Picu Risiko Serangan Jantung dan Lemak Darah

BACA JUGA:Bisa Banyak Hal Tapi Tidak Menonjol? Mungkin Kamu Mengalami Kutukan Platipus

Meskipun perdebatan mengenai efek jangka panjang radiasi masih berlanjut, para ahli kesehatan sepakat bahwa paparan berlebih pada usia dini dapat memicu kelelahan saraf.

Selain radiasi, paparan cahaya biru (blue light) dari layar HP adalah musuh utama kualitas tidur anak. Cahaya ini menekan produksi hormon melatonin, yang berfungsi mengatur siklus tidur.

Saat anak kekurangan tidur yang berkualitas, proses regenerasi sel otak dan konsolidasi memori terganggu. Akibatnya, anak menjadi mudah marah, sulit fokus, dan mengalami penurunan daya ingat di sekolah.

BACA JUGA:Awas, Nyawa Taruhannya! Tidur Setelah Subuh Picu Risiko Serangan Jantung dan Lemak Darah

BACA JUGA:Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Tanda Masalah Pembuluh Darah yang Terlihat di Kulit

Konten Digital: "Dopamine Hit" yang Berbahaya

Dampak yang paling mengkhawatirkan justru datang dari cara kerja konten digital. Aplikasi video pendek, game, dan media sosial dirancang untuk memberikan stimulasi visual dan auditori yang cepat.

Setiap kali anak mendapatkan kesenangan dari layar, otak mereka melepaskan dopamin hormon rasa senang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: