Buka Puasa Pakai Gorengan? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Buka Puasa Pakai Gorengan? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Gorengan--Pinterest

RADARTASIKTV.ID - Siapa sih yang bisa nolak gorengan saat buka puasa? Baru dengar bunyi adzan, meja langsung penuh bakwan, risol, tahu isi, sampai pisang goreng yang masih panas.

Rasanya gurih, renyah, dan bikin perut terasa “diisi” setelah seharian kosong.

Nggak heran kalau gorengan jadi menu andalan hampir di setiap rumah.

BACA JUGA:Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Dia Obat Tradisional yang Bisa Dicoba di Rumah

BACA JUGA:Ramadan 2026: Strategi Anti-Lemas dengan Ramuan Herbal ala dr. Zaidul Akbar

Masalahnya, yang sering kita lupa, tubuh kita juga lagi dalam kondisi khusus saat berbuka. Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, sistem pencernaan sebenarnya sedang menyesuaikan diri.

Di momen inilah, pilihan makanan pertama jadi sangat menentukan bagaimana tubuh bereaksi setelahnya.

Kenapa Gorengan Jadi Masalah Saat Berbuka?

Gorengan mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Lemak jenis ini memang bikin makanan terasa lebih nikmat, tapi kalau masuk ke tubuh dalam jumlah berlebihan, dampaknya nggak bisa dianggap sepele.

Saat perut kosong, makanan berlemak akan dicerna lebih lambat. Akibatnya, kerja lambung jadi lebih berat. Nggak sedikit orang yang setelah berbuka dengan gorengan langsung merasa begah, mual, perut perih, atau asam lambung naik.

Sensasi panas di dada dan tenggorokan juga sering muncul, terutama buat yang punya riwayat gangguan pencernaan.

Belum lagi efek jangka panjangnya. Kebiasaan mengonsumsi gorengan berlebihan bisa meningkatkan risiko kolesterol tinggi, berat badan naik, sampai gangguan metabolisme.

Ditambah lagi, gorengan yang digoreng dengan minyak berulang berpotensi mengandung zat berbahaya yang kurang ramah buat tubuh.

Berbuka itu Soal Menyesuaikan Tubuh, Bukan Sekadar Mengenyangkan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait