Berbuka Jangan Balas Dendam! Ini Cara Jaga Sistem Pencernaan Tetap Sehat Selama Puasa

Berbuka Jangan Balas Dendam! Ini Cara Jaga Sistem Pencernaan Tetap Sehat Selama Puasa

Ilustrasi--creativemarket.com

RADARTASIKTV.ID - Berbuka puasa itu sering banget dijadikan momen “balas dendam”. Seharian nahan lapar dan haus, begitu azan magrib berkumandang, rasanya semua ingin disantap sekaligus.

Gorengan? Ambil. Kolak? Masuk. Es manis warna-warni? Tambah lagi. Tanpa sadar, pola makan jadi tidak teratur dan perut yang tadinya kosong langsung “kaget”.

Padahal, puasa bukan cuma soal menahan lapar, tapi juga soal bagaimana kita memperlakukan tubuh dengan lebih bijak.

BACA JUGA:Banyak yang Takut Puasa Bikin Ginjal Rusak, Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya

BACA JUGA:Kenapa Puasa Malah Bikin Lemas? Ini Kesalahan Sahur dan Buka yang Sering Diabaikan

Kalau salah langkah saat berbuka, yang muncul justru keluhan seperti perut begah, mual, asam lambung naik, sampai gangguan pencernaan lainnya. Lalu, sebenarnya apa yang terjadi pada sistem pencernaan kita saat puasa?

Saat Puasa, Pencernaan Kita Sedang “Istirahat”

Selama Ramadan, kita berpuasa sekitar 12 hingga 18 jam setiap hari. Dalam rentang waktu itu, tidak ada makanan yang masuk ke saluran cerna.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, kondisi ini membuat produksi enzim pencernaan berkurang.

Biasanya, enzim pencernaan diproduksi ketika ada makanan yang masuk. Enzim inilah yang membantu melumasi, memecah, dan menyerap zat gizi dari makanan.

Namun saat perut kosong, produksi enzim tersebut ikut ditekan. Artinya, saluran cerna sedang beristirahat.

Istirahat ini bukan hal buruk. Justru sebaliknya, ini adalah kesempatan bagi sel-sel di dinding saluran cerna untuk melakukan perbaikan.

Jika sebelumnya ada peradangan atau gangguan ringan, masa puasa bisa menjadi momen pemulihan alami.

Jadi, puasa sebenarnya memberi ruang bagi tubuh untuk “bernapas” sejenak dari rutinitas mencerna makanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: