Profil Ali Khamenei: Santri yang Menjelma Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran Selama Tiga Dekade
--
RADARTASIKTV.ID - Dalam peta politik global, jarang ada sosok yang memiliki konsistensi kekuasaan sepanjang Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar) Republik Islam Iran sejak tahun 1989, ia bukan sekadar kepala negara, melainkan otoritas moral, spiritual, dan militer tertinggi.
Perjalanannya dari seorang santri sederhana di Mashhad hingga menjadi penentu kebijakan di Timur Tengah adalah sebuah narasi tentang keteguhan ideologi dan navigasi politik yang kompleks.
BACA JUGA:Oatmeal Cuma Buat Sarapan? Ini 9 Manfaatnya yang Jarang Orang Tahu!
Akar Tradisi dan Pendidikan di Kota Suci
Ali Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, sebuah kota suci di timur laut Iran. Tumbuh dalam keluarga religius yang bersahaja, kehidupan awalnya didominasi oleh dinding-dinding madrasah.
Ayahnya, Jawad Khamenei, adalah seorang ulama tradisional yang sangat dihormati.
Sejak muda, Ali menunjukkan kecerdasan luar biasa dalam menyerap ilmu fiqih, filsafat, dan sastra Arab.
BACA JUGA:MacBook Neo Resmi Rilis! Harga 10 Jutaan, Speknya Bikin Pelajar Senyum Lebar
BACA JUGA:Masih Ramadan, Jangan Lewatkan Amalan Pembuka Rezeki Ini!
Perjalanannya sebagai "santri" membawanya ke pusat-pusat pembelajaran Islam terbesar, termasuk Qom dan Najaf di Irak.
Di sanalah ia bertemu dengan sosok yang akan mengubah jalan hidupnya selamanya: Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Di bawah bimbingan Khomeini, Khamenei tidak hanya belajar agama, tetapi juga mulai menyerap gagasan tentang perlawanan terhadap penindasan dan imperialisme.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: