BACA JUGA:Gen Z 2026: Mengapa Kemudahan Teknologi Bisa Jadi Jebakan Jika Tidak Siap Mental?
BACA JUGA:Ingin Sepintar Nana? Ini 6 Teknik Belajar Najwa Shihab yang Bisa Kamu Tiru Sekarang
Kenapa Banyak Orang Mengalami Kutukan Platypus?
Ada beberapa faktor yang membuat seseorang cenderung mengalami kondisi ini.
- Rasa ingin tahu yang tinggi. Orang dengan kutukan platypus biasanya senang belajar hal baru. Begitu satu bidang mulai terasa familiar, rasa penasaran mendorong mereka untuk pindah ke hal lain.
- Kemampuan adaptasi yang cepat. Karena cepat menangkap, mereka bisa masuk ke berbagai bidang. Sayangnya, ini sering membuat proses pendalaman terhenti di tengah jalan.
- Takut salah memilih jalan. Ada ketakutan tersembunyi bahwa fokus pada satu bidang berarti mengorbankan potensi lain. Akhirnya, semua dijalani bersamaan.
- Tekanan sosial. Lingkungan sering memuji mereka yang punya satu keahlian jelas. Sementara orang yang bisa banyak hal justru dianggap tidak konsisten.
Apakah Kutukan Platypus itu Hal Buruk?
Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak.
Punya banyak potensi sebenarnya bukan masalah. Yang jadi masalah adalah ketika kamu:
- Terus membandingkan diri dengan spesialis
- Menganggap diri gagal karena tidak fokus satu bidang
- Merasa tertinggal hanya karena jalur hidupmu berbeda
Padahal, dunia tidak hanya membutuhkan orang yang sangat ahli di satu titik, tapi juga mereka yang bisa menghubungkan banyak hal.
BACA JUGA:Menjemput Kesuksesan: Membedah Mindset Entrepreneur Melalui Perjalanan Merry Riana
BACA JUGA:Bukan Gaji Besar, Ternyata 5 Kebiasaan 'Remeh' Inilah yang Diam-Diam Bikin Kamu Kaya
Mungkin Kamu Bukan Tidak Jago, Tapi Belum Menemukan Polanya
Coba berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri.
Apakah aku benar-benar tidak jago apa-apa, atau aku hanya belum menemukan cara menyatukan semua kemampuanku? Apakah aku tidak fokus, atau aku sedang membangun fondasi yang lebih luas?
Mungkin kamu tidak perlu membuang semua minatmu. Mungkin yang kamu butuhkan hanyalah satu benang merah yang menghubungkan semuanya.
Karena bisa jadi, kamu bukan orang yang gagal menentukan arah. Kamu hanya bertumbuh dengan cara yang tidak biasa.
Dan itu, tidak apa-apa.