Hanya Ada di Indonesia! 7 Tradisi Unik yang Bikin Turis Asing Melongo

Minggu 08-02-2026,10:00 WIB
Reporter : Acep Deden
Editor : Hilmi Pramudya

RADARTASIKTV.ID- Bagi kita yang lahir dan besar di Indonesia, melihat tetangga bergotong royong memindahkan seluruh bangunan rumah atau melihat kerumunan orang mengejar gunungan nasi mungkin terasa biasa saja. Namun, bagi wisatawan mancanegara, Indonesia adalah sebuah "planet" yang penuh kejutan.

Budaya kita bukan hanya soal ramah tamah, tapi tentang keberanian, spiritualitas, dan kegilaan kreatif yang diwariskan turun-temurun.

Sering kali, para turis datang ke Indonesia untuk melihat pantai, namun mereka pulang dengan cerita tentang tradisi yang tak masuk akal di logika mereka. Berikut adalah 7 tradisi unik yang dijamin bikin turis asing melongo!

BACA JUGA:Jangan Salah Pilih Nahkoda! Ini Syarat Suami Idaman dalam Kajian Ustadz Felix Siauw

BACA JUGA:Memilih istri menurut Ustadz Adi Hidayat adalah proses menyelaraskan antara kebutuhan dunia dan ambisi akhirat

1. Ma’nene: Bertemu Kembali dengan Leluhur (Toraja)

Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kematian bukanlah akhir dari sebuah hubungan. Dalam tradisi Ma’nene, masyarakat setempat menggali kembali makam leluhur mereka, membersihkan jenazahnya, dan memakaikan baju baru layaknya orang yang masih hidup.

Jenazah tersebut kemudian diajak berjalan atau sekadar berfoto bersama keluarga. Bagi turis, ini mungkin terdengar menyeramkan, namun bagi warga Toraja, ini adalah bentuk penghormatan dan cinta yang abadi kepada mereka yang telah tiada.

2. Pasola: Perang Lempar Lembing di Atas Kuda (Sumba)

Bayangkan ratusan pria menunggang kuda tanpa pelana, memacu kencang di tengah lapangan, lalu saling melempar lembing kayu ke arah lawan. Inilah Pasola, tradisi masyarakat Sumba untuk menyambut musim tanam. Turis sering kali ngeri melihat darah yang menetes, namun bagi masyarakat lokal, darah yang tumpah ke bumi adalah simbol kesuburan. Kecepatan kuda dan ketangkasan para ksatria Sumba ini adalah tontonan adrenalin yang tidak ada duanya di dunia.

3. Fahombo: Melompati Batu Setinggi Dua Meter (Nias)

Mungkin di luar negeri ada olahraga lompat tinggi, tapi di Nias, mereka melakukannya di atas tumpukan batu setinggi lebih dari 2 meter.

Tradisi Fahombo atau Lompat Batu awalnya adalah ujian bagi pemuda untuk membuktikan bahwa mereka sudah dewasa dan siap menjadi prajurit perang. Teknik melompat yang presisi dan keberanian para pemuda ini selalu sukses membuat turis asing menahan napas dan bertepuk tangan kagum.

4. Perang Pandan: Duel Berduri (Bali)

Jika biasanya Bali dikenal dengan ketenangan meditasi dan pantainya, Desa Tenganan menawarkan sesuatu yang berbeda: Mekare-kare atau Perang Pandan. Para pria desa akan berduel satu lawan satu menggunakan seikat daun pandan berduri sebagai senjata dan perisai rotan.

Kategori :