Di Mana Esemka? Tak Terlihat dalam Daftar Kendaraan Dinas 2026

Rabu 11-02-2026,19:30 WIB
Reporter : Rizki Ageng
Editor : Hilmi Pramudya

Seiring berjalannya waktu, kebijakan pemerintah dalam pengadaan kendaraan dinas berubah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan teknis.

Untuk tahun 2026, contohnya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Standar Biaya Masukan untuk kendaraan dinas pejabat menekankan penggunaan standar biaya dan spesifikasi tertentu, termasuk tren kendaraan listrik dan efisiensi anggaran.

Hal ini berarti kendaraan dinas difokuskan pada model-model yang telah terbukti melalui uji pasar, dukungan purna jual, dan ketersediaan suku cadang yang memadai — sesuatu yang hingga kini belum tercapai secara masif oleh Esemka.

Produksi Massal Esemka Belum Realistis

BACA JUGA:Anti Boncos! 5 Motor Paling Irit BBM untuk Komuter Harian di Tahun 2026

BACA JUGA:Cegah Kasus Child Grooming, Mahasiswa KKN Unik Cipasung Gelar Sosialisasi Sex Education Kepada Anak

Meski PT Solo Manufaktur Kreasi sudah memiliki fasilitas perakitan dan telah memproduksi beberapa model seperti Esemka Bima 1.2 dan 1.3, produksi belum mencapai volume massal yang cukup besar untuk menjadi pilihan kendaraan dinas pemerintah.

Permintaan produksi massal memang pernah menjadi bagian dari harapan awal proyek, namun kenyataannya hingga 2026, Esemka belum mampu memenuhi target tersebut di pasar domestik secara luas.

Ketidakterlibatan Pemerintah dalam Pengadaan

Salah satu alasan lain adalah ketidakjelasan peran pemerintah dalam pembelian kendaraan Esemka untuk armada dinas.

Karena Esemka adalah produk industri swasta, keputusan untuk mengikutsertakannya dalam program kendaraan dinas menuntut dukungan pemerintahan yang kuat, yang sampai sekarang belum diperoleh secara sistematis dan berkelanjutan.

Tantangan Industri Mobil Nasional di Indonesia

Kasus Esemka sebenarnya mencerminkan tantangan umum yang dihadapi industri mobil nasional di Indonesia.

Proyek mobil buatan dalam negeri sering kali mengalami kesulitan untuk bersaing dengan merek global yang sudah mapan: dari aspek skala produksi, biaya, pemasaran, hingga jaringan distribusi.

Belum lagi tantangan tambahan seperti ketidakjelasan dukungan kebijakan yang konsisten dari pemerintah, yang mempengaruhi kepercayaan investor dan peluang pertumbuhan industri otomotif lokal.

Harapan dan Prospek Ke Depan

Kategori :